You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
01 agustus 2008 05:49
Pesta Budaya Melayu Sumatera Utara 4 Agustus 2008
Kebudayaan Motor Penggerak Kemajuan Masyarakat
Museum Negeri Sumatera Utara
Medan- Kebudayaan masyarakat tidak saja berfungsi sebagai jati diri kolektif, tetapi sekaligus memiliki peran sebagai motor penggerak kelompok pendukung kebudayaan untuk mengembangkan kemajuan masyarakat.
Oleh karena itu, Museum Negeri Sumatera Utara akan menggelar Pesta Budaya Melayu Sumatera Utara di museum itu Jalan HM Joni Nomor 51 Medan, tanggal 4 Agustus 2008.
Kegiatan sampai tanggal 6 Agustus, dijadwalkan dibuka Gubsu, H Syamsul Arifin SE dan dihadiri Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan, mahasiswa Melayu Petani Thailan serta masyarakat penikmat budaya Melayu.
Demikian disampaikan Kepala Museum Negeri Sumatera Utara, Dra Sri Hartini MSi kepada Analisa di ruang kerjanya.
Lagi pula, selama ini keberadaan museum hanya dikenal sebatas gedung yang menyimpan benda-benda arkeologi, artefak maupun aksesoris budaya.
“Makanya jarang masyarakat kita yang berpikir bahwa, museum juga sebenarnya dapat dijadikan sebagai objek wisata budaya, yaitu dengan melihat langsung warisan sejarah serta budaya di masa lalu,” ujarnya.
Oleh karena itu, melalui kegiatan pesta budaya yang merupakan kerjasama dengan beberapa pihak yang konsern terhadap persoalan kebudayaan seperti Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Sumut, Prodi Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed, Balai Pelestarian Nilai Sejarah dan Peninggalan Purbakala Banda Aceh serta Asosiasi Museum Indonesia Sumut ini, sangat diharapkan dapat memperkenalkan warisan budaya, edukatif dengan muatan pedagogis juga sebagai perintis pesta-pesta budaya lainnya.
Kebesaran Etnik
Sekretaris panitia, dr Umar Zein Sp.PD yang juga Ketua ISMI Sumut menjelaskan, dipilihnya Melayu sebagai objek kegiatan, mengingat kebesaran etnik Melayu di masa lalu yang terlihat dengan temuan situs sejarah, seni sastra, sistem pemerintahan yang sangat bernilai.
“Dengan kegiatan ini, selain untuk memperkenalkan aspek-aspek budaya Melayu. Juga sebagai revitalisasi kebudayaan”, ungkapnya.
Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan seperti pameran khasanah budaya Melayu, festival tari, pembuatan gendang Pak-Pung. Juga pemberian bingkisan kepada pejuang 45 berupa kursi roda oleh Anggota DPD RI, Parlindungan Purba.
Pada hari terakhir, ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan ini, dilaksanakan seminar nasional dengan thema `Restorasi Budaya Melayu` dengan nara sumber, Prof Dr Usman Pelly, Drs Soeroso MHum, T Lukman Sinar SH, Prof Wan Syaifuddin, Dr Phil Ichwan Azhari MS dan Damiri Mahmud. (rmd)