Thursday, 30 April 2026   |   Thursday, 13 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 1.598
Today : 22.064
Yesterday : 22.835
Last week : 169.256
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

03 sepember 2008 04:59

Pameran Lukisan: Maestro Salim, 70 Tahun Berkarya di Paris

Pameran Lukisan: Maestro Salim, 70 Tahun Berkarya di Paris
Salim ketika muda.

Jakarta- Maestro pelukis Salim, Rabu (3/9), berusia 100 tahun. Satu-satunya pelukis Indonesia yang berusia mencapai 100 tahun. Ia masih sehat, tetapi tiga tahun terakhir tak melukis lagi karena penglihatannya terganggu. Cemara 6 Galeri bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Perancis atau CCF Jakarta dan didukung Galeri Nasional, Selasa (2/9) sampai 14 September di Galeri Nasional, menggelar karya-karya Salim.

”Pameran ini bertujuan untuk memberikan cakrawala kepada khalayak seni di Tanah Air terhadap kekaryaan Salim, selama 70 tahun berkiprah di dunia seni lukis. Salim seorang pelukis yang kurang dikenal di negerinya sendiri, tetapi sangat terkenal di Eropa,” kata Toeti Heraty, The Founder of Cemara 6 Galeri dan kolektor lukisan Salim.

Dari sekitar 50 karya yang dipamerkan, delapan lukisan di antaranya diboyong langsung dari Paris, Perancis, tempat di mana Salim kini bermukim. Lainnya bersumber dari pinjaman beberapa kolektor, seperti Pia Alisyahbana, Mien Soedarpo, Ajip Rosidi, Toeti Heraty, dan sejumlah kolektor lainnya.

Mencermati karya-karya Salim yang kelahiran Sumatera Barat, 3 September 1908, mulai dari tahun 1950-an sampai 2005, terlihat jelas konsistensi dan kreativitas Salim berkarya dengan kecenderungan bergaya kubistik dengan garis lirisnya yang efektif, warna-warni berbaur satu sama lain.

”Melalui sejumlah karya dari berbagai periode itu, karya-karya Salim telah menjadi investasi penting bagi perbendaharaan seni rupa Indonesia di tataran mancanegara,” kata Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus ‘Andre‘ Sukmana.

Karya-karya Salim seperti Kenang-kenangan dari Sate (1989), Kota di Perancis (1990), Istana Merah (1990), Catalugna (1977), Pelabuhan Tegal (1956), Gadis Bali (1989), dan Chatedral (1985) umumnya menghadirkan komposisi yang cermat dengan warna-warna yang spontan.

”Karya-karya Salim mengingatkan kita pada pelukis Perancis Jacques Villon,” kata ahli sejarah seni, Agus Burhan. (NAL)

Sumber : cetak.kompas.com (3 September 2008)

Kredit foto : cemara6galeri.wordpress.com


Read : 3.204 time(s).

Write your comment !