Saturday, 22 August 2026 |Saturday, 8 Rab. Awal 1448 H
Online Visitors : 685
Today
:
12.348
Yesterday
:
24.647
Last week
:
178.006
Last month
:
11.454.048
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
18 sepember 2008 05:55
Parade Bedug Mendorong Lestarikan Budaya Bangsa
Jakarta-Indonesia negara kaya dengan beragam seni budaya yang patut dijaga serta dilestarikan sehingga dapat diwariskan kepada generasi bangsa masa mendatang.
Menjaga budaya yang ada di negeri ini, tentu membutuhkan biaya besar sehingga dapat menggugah dan menjadi titik perhatian anak bangsa.
Melalui kombinasi antara musisi modern dengan budaya tabuh bedug merupakan pilihan cukup tepat, apalagi sudah menjadi agenda tahunan oleh PT. HM. Sampoerna Tbk, dalam melestarikan budaya bangsa.
Manager marketing perusahaan itu untuk area Padang, Agus Basuki, menjelaskan, Sampoerna Hijau Parade Bedug 2008 menyuguhkan sebelas Pentas Akbar mulai di Solok, Sumenep, Madiun, Lampung, Solo, Serang, Tegal, Bogor, Tasikmalaya, Sukabumi dan Depok telah dimulai (10/9).
Pentas pertama event akbar, menurut jadwal digelar selama 11 hari mulai 10 - 21 september 2008 diawali di Kota Solok, Sumatera Barat untuk bagian Sumatera dan Sumenep untuk rute Pulau Jawa.
Untuk di Kota Solok, dipusatkan di Lapangan Merdeka Solok, Rabu (10/9). Saat itu tampil empat group band ternama yakni Dunia Band, Meteor, Pesona Wangka dan Gigi.
Parade juga akan menampilkan beberapa band papan atas Ibukota antara lain Nidji, Andra and the Backbone, Ungu, Ari Lasso serta band-band yang tengah naik daun seperti D‘massive, ST12, Seventeen, Juliette, Marvell, dan musisi-musisi religius yaitu Justice Voice (acapella), Atina serta group musik etnik kontemporer Lembaga Musik Indonesia.
Menurut Agus, memasuki satu dasawarsa Parade Bedug, dilakukan berbagai inovasi dalam menggarap parade seni budaya milik masyarakat Indonesia ini.
Untuk tahun 2008 ini akan dilakukan dua rute yakni rute Jawa dan rute Sumatera.
Rute Jawa diawali dari Sumenep sedangkan rute Sumatera bertolak dari Kota Padang dan pegelaran di Lapangan Merdeka Kota Solok.
Kedua rute tersebut secara rentak (10/9) dimulai dan akan bertemu di Kota Depok secara bersamaan pada 21 September 2008.
Warga Antusias
Parade mendapat sambutan antusias dari berbagai elemen masyarakat mulai dari kedatangan rombongan hingga saat penampilan sejumlah group bend ternama di pentas terbuka Lapangan Merdeka Solok, (10/9).
Meski diwarnai hujan gerimis perjalanan rombongan Parade Bedug ramai diiringi masyarakat mulai dari GOR H. Agus Salim Padang menuju Lapangan Merdeka Solok.
Begitu juga ketika tiba di Kota Solok pada Rabu siang, rombongan juga disambut meriah ribuan warga kota yang memang telah lama ingin melihat dari dekat penampilan grup band ternama Gigi.
Tak heran begitu nyanyian musik menggema masyarakat secara serentak meneriakkan nama Gigi agar segera ditampilkan sore itu. Kaum muda-mudi penggemarnya Gigi, terlihat tidak sabaran untuk mendengar lagu-lagu dari group band ternama itu.
Namun ternyata masyarakat harus bersabar, karena jadwal band Gigi baru akan tampil Rabu malam setelah Shalat Tarawih.
Kendati band yang tampil Rabu sore itu, yakni Dunia Band, Meteor, Pesona Wangka. Penampilan grub band ternama ini diselingi dengan penampilan Lomba Menabuh Bedug yang sengaja digelar panitia penyelenggara.
Agus Basuki, mengaku cukup bangga dan berterima kasih atas sambutan masyarakat yang begitu antusias. Menurut dia, sambutan itu mengindikasikan bahwa kegiatan Parade Bedug mendapat respons positif di tengah masyarakat.
Bedug dan budaya tabuh bedug bisa dijumpai di seluruh wilayah Indonesia meski dalam nama dan fungsi yang berbeda. "Dari kenyataan ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa tabuh bedug bukan hanya milik satu kalangan tertentu saja, tetapi merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa," katanya dan menjelaskan.
Pentas Nasional
Grup tabuh bedug Blitzh satu dari 10 tim yang ambil bagian pada lomba menabuh bedug di lapangan Merdeka Solok, Sumbar. Kekompakan tim Blitzh meraih juara I dalam lombah tabuh bedug itu, karena mampu menyingkirkan sembilan group tabuh bedug lainnya.
Tim yang ikut merebutkan tiket menuju lomba tabuh bedug ke pentas nasional itu, tim tabuh bedug Ghudu, Restart, Ardana, Blitzh, Depaty, Pangeran, Davinci, Istiqamah, Prasening dan Luf.
Atas keberhasilannya, Group Bedug Blitzh berhak membawa pulang uang tunai sebesar Rp2 juta sekaligus mendapatkan kesempatan pengalaman tampil di pentas akbar parade bedug tingkat Nasional di Kota Depok 21 September 2008, memperebutkan hadiah uang tunai senilai Rp50 juta.
Agus Basuk, mengatakan, kegiatan parade itu tidak hanya menyajikan pertunjukan seni dan budaya melalui penampilan musisi pop dan kesenian etnik kontemporer saja, tetapi juga digelar lomba tabuh bedug untuk mencari penabuh bedug terbaik dari 11 kota.
Para pemenang lomba di masing-masing kota akan mendapatkan pengalaman tampil di pentas akbar berkolaborasi dengan musisi pilihan.
Tim penabuh bedug terbaik di setiap kota itu lantas menjalani seleksi nasional di Kota Depok 21 September sekaligus memperebutkan hadiah uang tunai senilai Rp50 juta.
Sementara salah seorang personel Grup Tabuh Bedug Blitzh, Rudi, ketika ditemui, usai menerima hadiah mengaku gembira atas keberhasilan timnya memenangkan lomba tabuh bedug.
Selain itu, mereka juga menunggu-nunggu untuk bisa tampil bareng dengan musisi pilihan di pentas akbar tabuh bedug tingkat nasional.
Ke depan agar penampilan mereka tidak mengecewakan, Rudi dan teman-temannya akan mengintensifkan jadwal latihan sehingga penampilan mereka kian sempurna. "Kita akan berlatih keras agar bisa memberikan yang terbaik pada seleksi nasional tabuh bedug di Kota Depok 21 September mendatang," demikian Rudi. (Siri Antoni)