Thursday, 11 June 2026   |   Thursday, 25 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 406
Today : 9.801
Yesterday : 58.870
Last week : 227.151
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

14 sepember 2008 06:02

Album Ungu `Aku Dan Tuhanku` ; Dari Padang Pasir ke Melayu

Album Ungu `Aku Dan Tuhanku` ; Dari Padang Pasir ke Melayu

Jakarta- Tahun ini Ramadan ketiga bagi grup musik Ungu merilis album reliji. Album musik tersebut bertajuk `Aku dan Tuhanku`. Apa yang membedakan pada album teranyar Ungu dengan album sebelumnya?  Jika lagu-lagu di dua album reliji sebelumnya lebih mellow, namun untuk `Aku dan Tuhanku`  ini banyak lagu yang bernuansa lebih Melayu dipadu dengan sedikit ngerock.

“Sebelum membuat album ini, kita berlima sudah sepakat untuk meninggalkan musik yang berbau padang pasir. Karena tidak semua orang bisa mendengar musik reliji yang seperti itu,” kata Pasha, saat launcing album reliji ke-3 Ungu, belum lama ini.

Dengan perbedaan tersebut, lebih lanjut, grup band yang digawangi Pasha (vokal), Makki (bass), Enda (gitar), Onci (gitar), dan Rowman (drum) tersebut ingin memperlihatkan kalau mereka mempunyai ciri khas sendiri. “Kita juga mau menunjukkan, kalau imej tersebut ada di Ungu. Selain itu kita juga ingin memperlihatkan, kalau musik reliji Indonesia ya seperti ini,” tambah Enda. Dari kelima lagu yang terdapat dalam album ini, sebagian besar bernuansa pop dengan sentuhan sedikit Melayu. Seperti pada lagu, `Dengan Nafasmu` dan `Hidup Hanya Sementara`.

Ternyata baru beberapa hari setelah diluncurkan Agustus 2008, album itu langsung mendapatkan double platinum pada awal rilis dengan penjualan sebanyak 150 ribu kopi. “Bagi saya, album reliji ketiga Ungu kali ini jauh lebih siap dibanding dua album lainnya. Karena kami telah memiliki pengalaman yang mengejutkan karena lagu reliji ini bisa menjadi hit mengalahkan album regular Ungu,” ucap Enda.

Album yang diproduksi Triniti Optima Production itu berisikan lima karya lagu terbaru yaitu Dengan Napas-Mu, Hidup Hanya Sementara, Syukur (Alhamdulillah), Cahaya-Mu, dan Doa yang Terlupakan. Seluruh lagu-lagu itu kaya dengan sentuhan rock.
“Satu yang menjadi ciri rekaman album reliji Ungu adalah berani membuat aransemen yang beda dan agak ekstrim. Jika tahun lalu ada lagu yang melekat dengan musik Islami, misalnya memasukkan marawis, salawat, dan talziah.
Dalam album reliji ketiga ini kami malah memasukkan musik yang tebal rocknya,” paparnya.

Kendati senang telah merampungkan album relijinya, namun Enda mengaku sempat menemui kesulitan selama proses pengerjaan. Menurutnya, kompleksitas menulis lagu reliji Islami terletak pada aransemen dan liriknya. Namun, ayah satu anak ini mencoba melampauinya. “Saya sendiri harus mengikuti banyak ajaran sufi melalui tulisan atau berguru pada mereka yang memiliki pemahaman agama Islam lebih kuat.” Sedangkan proses pembuatan keseluruhan video klip itu dilakukan selama 2,5 bulan dan disutradarai Abdy Mael.  (Cdr)-c

Sumber : http://www.kr.co.id (13 September 2008)
Kredit foto : trilogy.wordpress.com


Read : 3.977 time(s).

Write your comment !