Wednesday, 29 April 2026 |Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today
:
600
Yesterday
:
22.835
Last week
:
169.256
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
09 oktober 2008 08:52
Merayakan Batik dan Songket
Jakarta- Beragam corak batik tampil mempesona di panggung peragaan oleh sejumlah model. Juga kain-kain songket Palembang. Tak ketinggalan padu-padan kebaya dan celana panjang berbahan songket. Semuanya menghadirkan aura yang elegan.
Ya, citra kain tradisional sebagai busana yang kuno serta ketinggalan zaman harus segera dibuang. Pasalnya, di tangan-tangan para perancang busana Tanah Air, kain-kain yang sarat sejarah dan budaya bangsa berhasil diubah menjadi busana-busana yang cantik nan berkelas.
Hal itu dibuktikan oleh beberapa perancang Tanah Air. Sebut saja Siti Garsiah dan Zainal Songket. Melalui karya-karya mereka, tercipta busana-busana nan anggun tapi tetap sarat nilai budaya bangsa.
Beberapa waktu lalu, dua desainer yang identik dengan busana batik dan songket itu menggelar peragaan karya-karya anyar di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, yang bekerja sama dengan Mutumanikam Nusantara.
Koleksi seri batik "Aq Cantique" ditampilkan oleh Siti. Mengusung tema "Black Combine", sejumlah 19 busana batik tampak menghiasi panggung peraga. Aksen berupa pita dan tali di pinggang, lengan, serta lengan lebar menghiasi terusan batik karya perancang yang memiliki tiga serial batik itu, yakni "Aq Cantique, Aku Keren", dan "Aku Imut".
Ingin membuat batik menjadi busana tampak lebih trendi, Siti memadupadankan batik dengan rok hingga legging yang saat ini tengah digandrungi para wanita. Perhiasan berbahan dasar perak seperti kalung, gelang, anting, dan bros menambah anggun penampilan para model yang menggunakan busana beragam corak batik ini.
Selain Siti, koleksi busana Zainal Songket melengkapi peragaan yang menghadirkan tema "A Touch of Middle East". Busana dengan bahan dasar songket Padang dan Palembang terlihat menawan di panggung peraga.
Biasanya, kita mengenal songket berupa kain panjang, tapi Zainal menciptakan celana panjang berbahan songket. Dipadu dengan kebaya panjang, membuat penampilan terkesan feminin tapi lebih dinamis.
Ditemui di sela peragaan, perancang yang bernama lengkap Zainal Arifin itu mengungkapkan ide membuat celana dari songket. "Selama ini songket selalu identik untuk pesta, tapi sebenarnya bisa untuk segala situasi. Makanya saya buat celana," ujarnya. Agar tampak lebih cantik dan kaya warna, padu-padan songket sutra dari Padang dan Palembang dipilih Zainal.
Menurut Zainal, dengan padu-padan kain Nusantara, diharapkan dapat mengembangkan dan memasyarakatkan kekayaan budaya bangsa pada kalangan yang lebih luas. "Sekarang songket mulai berubah mengikuti zaman. Warna-warnanya cenderung emas dan perak," ujar perancang yang mengusung tema "Kecantikan Wanita Asia" itu.
Koleksi yang lebih modern ditampilkan oleh perancang Rusli Tjohnardi. Lewat tema "Beautiful Glam in Serenity", Rusli menampilkan gaun-gaun nan mewah dan elegan. Payet-payet serta renda menghiasi gaun rancangannya. Aksen berupa gaun model bunga tulip semakin menyemarakkan peragaan sore itu. (S Ika Sari)