Wednesday, 20 May 2026   |   Wednesday, 3 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 4.570
Yesterday : 30.757
Last week : 249.195
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

04 november 2008 03:31

Kain Songket Masih Menjadi Andalan

Kain Songket Masih Menjadi Andalan

Palembang- Kain songket masih menjadi industri andalan di Kota Palembang. Selain menyerap banyak tenaga kerja, produk songket saat ini mulai dikenal dan diminati masyarakat luar Palembang.

Kepala Bidang Pimpinan Industri Kecil dan Kerajinan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Palembang, Ibnurohim, Senin (3/11), mengatakan, jumlah industri kain songket di Palembang sekitar 94 unit usaha, dengan ratusan tenaga kerja. Sentra industri kain songket terdapat di Kawasan 30 Ilir dan 13 Hulu, Kota Palembang.

Secara keseluruhan, jumlah industri kerajinan umum di Kota Palembang sebanyak 660 unit, dengan 3.760 tenaga kerja. Selain kain songket, jenis industri lain di antaranya industri kain jumputan, batik motif Palembang, kain tajung atau blongsong, ukiran kayu, pengolahan eceng gondok, dan industri rotan.

Menurut dia, kain songket sudah ada di Palembang lebih dari 100 tahun lalu. Kain tersebut merupakan warisan budaya, yang biasa digunakan oleh kaum bangsawan.

Meskipun saat ini muncul berbagai industri lain, seperti jumputan dan batik, industri kain songket masih tetap menjadi andalan. Terlebih, kain songket juga mulai banyak diminati masyarakat dari luar Palembang.

Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengembangkan industri songket, di antaranya mengadakan pameran dan memberikan pelatihan kepada para perajin. ”Kain songket mulai banyak dikenal karena sering ditampilkan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga berusaha mematenkan beberapa motif kain songket untuk menghindari pengakuan dari negara lain. (WIE)

Sumber : http://cetak.kompas.com/ (4 November 2008)
Kredit foto : Kompas


Read : 4.599 time(s).

Write your comment !