Tuesday, 25 August 2026   |   Tuesday, 11 Rab. Awal 1448 H
Online Visitors : 1.662
Today : 21.241
Yesterday : 23.903
Last week : 178.006
Last month : 11.454.048
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

03 april 2007 10:59

Pembangunan Siak Diharapkan Tak Merusak Situs Sejarah

Pembangunan Siak Diharapkan Tak Merusak Situs Sejarah















Kabupaten Siak merupakan daerah yang memiliki potensi untuk berkembang dengan pesat. Apalagi dulunya daerah ini merupakan bekas Kerajaan Siak merupakan salah kerajaan bahari yang besar di kawasan Nusantara. Untuk itu, sangat wajar bila kebesaran dan kejayaan kerajaan Siak masa lalu mengilhami kemegahan pembanguann Kabupaten Siak sekarang ini. 

“Untuk itu, kita berharap agar kebijakan pembangunan Kabupaten Siak ke depan tidak merusak situs sejarah, tapi harus menjadi bagian dari upaya mengembalikan kemegahan kerajaan Siak pada masa lalu,’’ kata Ketua Pengarah Agency Anti Dadah Kerajaan Negeri Malaka, Encik Mohmmad Jalil Bin Abdul Ghani kepada Riau Pos di sela-sela kunjungannya ke istana Siak.

Kunjungan keluarga besar Agency Anti Dadah Kerjaan Negeri Melaka yang berjumlah 25 orang ini datang ke Siak setelah melakukan kunjungan ke Pekanbaru. Turut menyambut kedatangan rombongan Agency Anti Dadah Kerajaan Negeri Melakan tersebut diantaranya Kadis Pariwisata Budaya, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Saik Drs. Said Mustafa, Kakanim Siak Salmy dan sejulah pejabat Siak lainnya.

“Kita sangat mengagumi kemegahan istana Siak yang sudah berumur tidak kurang 400  tahun tapi masih berdiri dengan megah. Ini membuktikan bahwa Pemkab Siak sangat serius dalam melestarikan kemegahan situs sejarah masa lalu. Ini patut menjadi kebanggaan, tidak hanya bagi Siak tapi bagi kami dari Melaka. Sangat wajar bila kemegahan kerajaan Siak masa lalu mengilhami kemegahan pembangunan kabupaten Siak di abad 21 ini yang diwujudkan dengan selesainya pembangunan jembatan Siak yang menjadi jembatan termegah di Asia Tenggara. Kita berharap kemegahan pembangunan Siak masa sekarang ini tidak merusak situs sejarah masa lalu,’’ ujar Encik Mohammad Jalil.

Menurut Encik Jalil, sebagai kerajaan yang besar di kawasan Nusantara, Siak tidak hanya meninggalkan istana yang masih berdiri dengan kokoh. Melihat dari kebesaran sejarah masa lalu, kerajaan Siak diyakini masih memiliki banyak peninggalan sejarah yang seharusnya bisa dilestarikan bagi warisan generasi masyarakat Nusantara. Untuk itu, kita berharap agar Pemkab Siak bisa lebih optimal menggali potensi-potensi warisan sejarah yang belum terkuak. Kalau semua situs sejarah kebesaran kerajaan Siak ini bisa dilestarikan kemegahannya, kita yakin kabupaten Siak akan menjadi pusat tumpuan dan kajian sejarah melayu yang lebih komplit. Apalagi pendiri kerajaan Siak ini memiliki kaitan sejarah dengan kerajaan negeri Johor. Kalau semau situs sejarah bisa diungkap, bukan tidak mungkin akan semakin melengkapkan catatan sejarah kerajan maritim di Nusantara ini.

Dengan situs sejarah kerajaan Siak yang masih terawat ini, Siak akan menjadi tumpuan wisata budaya di Sumatera. Apalagi istana kebesaran kerajaan Pagaruyung di Padang juga sudah musnah terbakar. Kalaupun akhirnya nanti dibangun kembali oleh pemerintah, jelas tidak lagi menampilkan ornamen keaslian warisan masa lalu. Ini tentunya akan sangat berbeda dengan kerajaan Siak yang masih asli dari abad ke 18. Untuk itu, Pemkab Siak harus memanfaatkan potensi ini sebagai salah satu sumber PAD.

“Dengan selesainya jembatan Siak, sudah tidak ada kendala lagi untuk ke kota Siak Sri Indrapura. Hanya saja Pemkab Siak harus menyiapkan penginapan atau hotel bagi wisatawan. Kita harap, pusat wisata yang akan dibangun di Siak tidak merubah warna dan kultur budaya yang ada. Jadikan ini sebagai salah satu ciri khas, sehingga orang yang berkunjung ke Siak bisa melihat bagaimana bertamadunnya orang-orang Melayu. Sehingga daerah ini tidak hanya menjadi tujuan wisata, tapi juga menjadi pusat kajian budaya melayu serumpun Nusantara,’’ papar Ketua Pengarah Agency  Anti Dadah Kerajan Negeri Malaka tersebut. 

Kadis Pariwisata Siak Drs  Said Mustafa kepada Riau Pos mengatakan Pemkab Siak tetap komit untuk menjaga kelestarian situs sejarah kerajaan Siak. Meskipun saat ini Pemkab Siak sedang giat-giatnya membangun, kebijakan pembangunan yang digulirkan tidak akan merubah corak kota Siak. Dan berbagai situs sejarah kebesaran kerajaan Siak yang tersebar di berbagai daerah akan digali.

“Ini semua tentunya tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Selain membutuhkan tenaga ahli purbakala, juga membutuhkan dana yang sangat besar. Upaya ini akan kita lakukan dengan kehati-hatian, karena ini menyangkut nilai khazanah sejarah. Insya Allah, ke depan Siak akan menjadi pusat wisata sejarah dan pusat kajian budaya melayu sebagaimana visi dan misi kabupaten Siak menyongsong tahun 2020,’’ kata Kadis Pariwista Siak tersebut.

Sumber :

Riaupos.com
Read : 3.386 time(s).

Write your comment !