Thursday, 28 May 2026   |   Thursday, 11 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 5.127
Yesterday : 28.620
Last week : 221.971
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

15 desember 2008 02:21

Ribuan Orang Saksikan Pembukaan Erau

Diisi Tari-tarian, Pejabat Lempar Ayam Jago
Ribuan Orang Saksikan Pembukaan Erau
Upacara Adat Bepelas I merupakan salah satu rangkaian acara
dalam upacara Adat Erau di Keraton Kutai Kartanegara,
Kalimantan Timur, Indonesia.

Tenggarong, Kalimantan Timur- Ribuan orang memadati halaman Museum Mulawarman, Tenggarong, Kukar untuk menghadiri pembukaan Festival Budaya Adat Erau 2008, Minggu (14/12) kemarin. Masyarakat yang sejak pagi telah memenuhi halaman museum rela menunggu pembukaan yang baru dilakukan pukul 10.00 Wita.

Turut hadir dalam acara ini, Sultan Kukar Ing Martadipura HAM Salehuddin II, Putra Mahkota Aji Pangeran Adipati Prabu Anum Surya Adiningrat, Menteri Kebudayan dan Pariwisata yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Iptek Titin Sukaya, gubernur Kaltim terpilih Awang Faroek Ishak (AFI), Sekkab Kukar M Aswin, serta elemen Muspida Kaltim dan Kukar.

Sebelum pembukaan, kesultanan juga memberikan gelar kehormatan kepada Tarmizi A Karim beserta istri dan Awang Faroek Ishak beserta istri. Usai acara tersebut, acara dibuka oleh Pj Gubernur Kaltim dengan ditandai penyalaan obor yang mengeliling patung Lembuswana yang terletak tepat di depan museum.

Festival yang digelar oleh Pemkab Kukar dan Kesultanan Kukar ini berisi berbagai festival budaya dan kesenian. Di antaranya, pesta adat Erau, pergelaran seni budaya, hiburan rakyat, pertandingan olah raga tradisional, lompa perahu naga, dan berbagai acara lainnya. Rencananya, festival budaya ini berakhir pada 21 Desember 2008.

Setelah festival yang berlangsung, tari-tarian khas Kutai dilanjutkan pawai budaya dari beberapa daerah di Indonesia menyemarakkan pembukaan ini. Selain itu, dua kelompok drum band juga mengikuti pawai ini. Acara pembukaan diakhiri dengan acara “Lempar Jagao” atau melempar ayam jago yang dilakukan sultan dan pejabat-pejabat. Acara ini melambangkan kerukunan.

Titin Sukaya yang menyampaikan sambutan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, sesuai program Visit Indonesia Year 2008, peningkatan pariwisata dengan daya tarik budaya melalui event seperti Erau, mendapat penghargaan tinggi dari pusat. “Ini berarti mendukung program negara. Sebagai informasi, Kaltim lewat pintu masuk Bandara Sepinggan, selama 2008 mengalami peningkatan 21,82 persen atau sekitar 9 ribu jumlah wisatawan,” ungkapnya.

Sementara Tarmizi A Karim mengungkapkan, rasa syukurnya festival budaya ini dapat terlaksana. “Industri pariwisata di Kaltim harus terus ditingkatkan. Karena lewat industri ini, masyarakatlah yang menerima keuntungannya,” jelasnya.

Sementara Sekkab Kukar Aswin, mengatakan, nama Erau diambil dari bahasa kutai “ero”. “Ero artinya ramai. Kemudian, nama ini dipakai jika ada penobatan atau pengangkatan raja, dan pemberian penghargaan dan gelar,” jelasnya.

Waktu pelaksanaan Erau, sambung Aswin, yakni pada pekan keempat September. Namun lantaran tahun ini bertepatan dengan bulan puasa, maka diundur. “Ke depan, acara ini ditetapkan pada pekan keempat September supaya bisa dimasukkan dalam kalender wisata nasional,” pungkasnya. (*/fel)

Sumber : http://www.kaltimpost.web.id/ (15 Desember 2008)
Kredit foto : www.kutaikartanegara.com


Read : 2.396 time(s).

Write your comment !