Wednesday, 19 August 2026 |Wednesday, 5 Rab. Awal 1448 H
Online Visitors : 0
Today
:
6.398
Yesterday
:
21.379
Last week
:
179.363
Last month
:
11.454.048
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
10 juli 2007 05:47
Inhil Tampilkan Kerajinan Pandai Besi
Tembilahan- Setelah sukses di ajang Kabupaten Ekspo 2007 akhir Juni lalu dengan meraih peringkat ketiga, pada tanggal 11-15 Juli 2007 mendatang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kembali akan mengikuti kegiatan pameran budaya produk daerah di Jakarta. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Inhil sejak pekan lalu telah melakukan seleksi terhadap hasil kerajinan yang akan ditampilkan.
Pada ekspo kali ini, Inhil diminta menampilkan hasil kerajinan pandai besi. Untuk Negeri Seribu Parit, kerajinan tersebut bukanlah hal baru, karena telah ditekuni oleh banyak pandai besi sejak ratusan tahun lalu.
Dikatakan Kadisperindag Inhil H. Masdjuri Hasan, SIP., Kamis (5/7) mengungkapkan, pihaknya bersama dengan Dekranasda Inhil akan menampilkan kerajinan daerah yang telah menjadi budaya dan nilai seni yang tinggi di daerah ini. Kerajinan seperti tenun, segala jenis sulaman maupun tudung saji, meja dan segenap hasil karya terbaik warga daerah ini tetap akan ditampilkan dalam ajang tingkat nasional tersebut.
”Penampilan kerajinan pandai besi ini mewakili kabupaten dan kota se-Riau dan seluruhnya bergabung di stan Provinsi Riau. Kita akan menampilkan parutan kelapa, linggis, parang dan cangkul serta kerajinan lainnya yang sudah demikian merakyat di lingkungan masyarakat,” terang Masdjuri.
Meski di daerah lain memiliki hasil kerajinan yang sama, tetapi ada ciri yang membedakan antara hasil karya warga Negeri Seribu Parit ini dengan daerah lainnya. Ciri khas itulah yang menjadi daya tarik tersendiri dan diyakini akan mampu menarik minat. Apabila nanti dipandang memang berkualitas, tidak menutup kemungkinan hasil kerajinan dari para pandai besi Inhil ini akan dipesan dalam jumlah yang banyak dan pada gilirannya akan mampu meningkatkan pendapatan warga.
Untuk saat ini di Inhil, kerajinan parang yang memiliki kualitas tinggi berasal dari besi baja keras dan biasanya dijual secara terpisah di pasaran. Harga yang cukup mahal itu dinilai sepadan dengan kualitasnya, karena ketajaman parang tersebut dapat bertahan lama.
”Jumlah perajin pandai besi di Inhil mencapai ribuan orang. Dan kita tetap komit memberikan pembinaan yang sifatnya memberdayakan mereka,” jelas Kadisperindag.
Keberadaan pandai besi itu sebagai sebuah komunitas di Inhil merupakan sebuah keharusan. Selain menghasilkan kerajinan parang, cangkul, pengait kelapa serta benda tajam lainnya, pandai besi juga cekatan dalam menempa segala peralatan pertanian yang sudah dipakai masyarakat hingga kembali tajam seperti semula. Itu yang menyebabkan parang, cangkul, kapak, linggis maupun dodos sawit daerah ini mampu bertahan lama.
Untuk pembinaan terhadap perajin anyaman, tenunan serta ukiran di Inhil, menurut Kadisperindag, akan terus ditingkatkan. Demikian juga para perajin makanan kecil akan dikembangkan hingga ke seluruh kecamatan yang ada di Inhil. Hasil kerajinan itu akan dihimpun pada sebuah wadah lalu dipasarkan pada pengusaha yang menampungnya.
Sumber : www.riaupos.com Kredit foto : malaysiana.pnm.my