Saturday, 2 May 2026 |Saturday, 15 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 1.062
Today
:
18.810
Yesterday
:
18.558
Last week
:
192.091
Last month
:
15.288.374
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
10 juli 2007 08:01
Gubernur Riau Terima Anugerah Satya Lencana Wirakarya Pertanian
Dua gubernur dinilai presiden memiliki perhatian besar terhadap pertanian, yakni Gubernur Riau (Gubri) HM. Rusli Zainal dan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Syahrial Oesman. Keduanya dianugerahi Satya Lencana Wirakarya Pertanian.
Palembang- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganugerahkan penghargaan Satya Lencana Wirakarya kepada Gubri HM. Rusli Zainal karena perhatiannya yang besar terhadap pertanian. Penyerahan anugerah dilakukan presiden pada Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Penas KTNA) XII di Desa Sembawa, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (7/7). Selain Gubri, penghargaan serupa juga diterima Gubenur Sumsel Syahrial Oesman.
Pemberian penghargaan kepada kedua gubernur tersebut berdasarkan Surat Presiden No.027.PK2007. Bagi Gubri, penghargaan ini merupakan bukti bahwa Pemprov Riau memiliki program yang jelas dalam mengembangkan pertanian.
Sejumlah program pertanian terus mendapat perhatian serius dari Pemprov Riau, terutama sektor pertanian tanaman keras atau perkebunan. Di Riau kini terdapat 1.5 juta hektar kebun kelapa sawit dan hampir 1 juta hektar kebun dengan tanaman jenis lain, seperti karet dan kelapa.
Meskipun sektor perkebunan mendominasi, Pemprov Riau tetap memberikan perhatian pada sektor pertanian tanaman pangan. Bahkan pada 2012 mendatang ditargetkan Riau mampu swasembada pangan. Untuk mencapai target tersebut, telah dilaksanakan sejumlah program, seperti intensifikasi lahan pertanian dan pembukaan lahan persawahan baru di sejumlah kabupaten, seperti Pelalawan dan Rokan Hilir. Saat ini di Riau terdapat lahan pertanian tanaman pangan seluas 284.764 hektar. Jumlah ini diharapkan akan terus bertambah setiap tahunnya.
Sementara itu, dalam pidatonya, Presiden SBY meminta kepada seluruh pemimpin pemerintah mulai dari menteri, gubernur, bupati hingga camat, lurah serta kepala desa terjun langsung ke lapangan melakukan langkah konkrit guna menyukseskan program revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan. Para pemimpin pemerintahan tersebut juga diminta untuk tidak lagi melakukan kegiatan yang bersifat seremonial saja.
“Permintaan ini juga berlaku untuk saya sendiri. Saat ini saya lebih memilih kegiatan yang lebih konkrit untuk dihadiri di daerah. Dan kegiatan seperti ini yang wajib dihadiri presiden,” jelasnya.
Program revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan sendiri dicanangkan pada 11 Juni 2005 yang lalu di Kawasan Perum Jasa Tirta Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Salah satu kondisi umum yang menjadi latar belakang munculnya program ini ialah capaian sasaran pertumbuhan sektor pertanian, perikanan dan kehutanan hanya sebesar 2,5% dari yang direncanakan sebesar 3,2% pada 2005 lalu.
Dengan turun langsung ke lapangan, kata presiden, semua persoalan yang berkaitan dengan revitalisasi ini dapat segera ditangani. Dengan kata lain, para pemimpin pemerintahan diminta jangan terlambat mencari solusi permasalahan di lapangan.
Pemerintah sendiri, kata presiden telah melakukan berbagai upaya untuk menyukseskan program revitaslisasi ini. Di antaranya meningkatkan anggaran pupuk bersubsidi dari Rp1,8 triliun pada 2006 menjadi Rp5,8 triliun pada 2007. Presiden juga mengatakan, pemerintah sudah mendongkarak anggaran pengadaan benih gratis kepada masyarakat dari Rp80,9 miliar pada 2006 menjadi Rp1 triliun pada 2007 ini. Pemerintah juga berupaya menaikkan anggaran pembangunan irigasi dari Rp3,7 triliun pada 2007 ini menjadi Rp 9,4 triliun pada 2008.
“Memang semua ini belum cukup. Namun diharapkan baik pupuk dan benih ini dapat didistribusikan tepat sasaran kepada para petani yang membutuhkan. Tidak belok ke sana ke sini,” kata presiden.
SBY menambahkan program revitalisasi ini dapat berjalan dan berhasil jika didukung oleh sektor lain seperti perbankan. Bank-bank yang ada diminta memberi akses modal yang cepat dan mudah kepada para petani sehinga produksi dan produktivitas pertanian, perikanan dan kehutanan meningkat. “Bila produksi dan produktifitas ini meningkat maka petani menjadi sejahtara. Dan ini membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena lebih dari 50% rakyat di Indonesia bergerak di tiga sektor ini,” ujar presiden.
Selain itu presiden juga meminta peneliti mengembangkan teknologi yang unggul di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan. Dengan teknologi ini para petani diajarkan bertani tanpa merusak lingkungan.
Pada kesempatan ini, presiden sempat berdialog dengan petani peserta Penas KTNA. Para petani meminta presiden lebih memperhatikan masalah pupuk dan irigasi persawahan. Begitupun dengan petani asal Provinsi Papua Barat, Walena Maren, yang meminta presiden menambah penyuluh pertanian di daerahnya.
Presiden sendiri menanggapi semua pertanyaan tersebut sebagai pekerjaan rumahnya. Sedangkan untuk tenaga penyuluh, kata presiden, pemerintah akan merekrut sekitar 10 ribu tenaga penyuluh pertanian se Indonesia. “Mudah-mudahan Provinsi Papua dan Papua Barat mendapat proritas jumlah yang lebih besar tenaga penyuluh ini,” ujar Presiden.
Sumber : www.riauterkini.com Kredit foto : www.batanghari.go.id