Monday, 20 April 2026 |Monday, 3 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 1.250
Today
:
17.960
Yesterday
:
26.672
Last week
:
249.242
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
23 desember 2008 09:05
Tenun Songket Melayu Pekanbaru Kembali Raih Rekor Muri
Angkat Marwah Negeri dalam Gema Tasbih
Pekanbaru- Tenun songket Melayu Pekanbaru yang digagas Puan Gemilang Songket Negeri Hj Evi Meiroza Herman kembali mendapatkan rekor dari Musium Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk kedua kalinya, Senin (22/12/2008) malam.
Muri menilai tenun songket Melayu memberikan inspirasi dan motivasi kaum perempuan. “Tenun Songket Melayu Pekanbaru menimbulkan inspirasi kreatif yang dapat dikenakan kepada seluruh negara di dunia,” ungkap Paulus Pangka, Manager Muri, pada acara penganugerahan rekor Muri tersebut di halaman Bandar Serai Pekanbaru, Senin (22/12).
Keberhasilan Tenun Songket Melayu Pekanbaru dicatatkan setelah membuat tenun songket sepanjang 45 meter, sekaligus memperbaharui rekor yang dibuat sebelumnya yaitu tenun songket 17 meter yang juga digagas oleh Ny Hj Evi Meiroza pada tahun 2005 lalu.
Menurut Paulus, kain songket sebelumnya sepanjang 17 meter yang dipajang di Muri, cukup banyak pengunjungnya, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga pembuatannya menjadi sumber inspirasi dan motivasi kaum perempuan.
Banyak wisatawan bertanya, kata Pulus, tentang songket terpanjang ini dan bertanya-tanya dari mana asalnya. Muri selalu menyampaikan, bahwa songket tersebut datangnya dari Pekanbaru.
“Kami berusaha menduniakan tenun songket Melayu Pekanbaru ini, untuk dicintai, dilestarikan dan menjadi sumber informasi,” imbuhnya.
Pada prosesi penyerahan piagam penghargaan rekor Muri tadi malam, Paulus langsung menyerahkan kepada penggagas Tenun Songket Melayu Pekanbaru, Puan Gemilang Songket Negeri, Ny Hj Evi Meiroza Herman. Selain itu Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM juga menerima rekor Muri sebagai penyelenggara songket terpanjang di Indonesia, bahkan di dunia.
Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru, H Erizal Muluk, unsur Muspida Kota Pekanbaru, 45 anak yatim panti asuhan, anggota BKMR Pekanbaru dan pejabat Pemko lainnya. Prosesi dimulai dengan penampilan atraktif aksi penari Melayu. Penyerahan piagam penghargaan, diberikan Paulus kepada pasangan suami istri ini.
Tenun Songket Melayu Pekanbaru tersebut dibuat sepanjang 45 meter, dengan motif disesuaikan nilai-nilai Islam. Seperti halnya warna yang dibuat sebanyak lima untuk satu warna diartikan sebagai Rukum Islam, enam warna lainnya mencerminkan rukun iman dan sembilan warna menunjukkan sifat Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam.
Hj Evi Meiroza Herman menyebutkan, tenun songket yang diprakarsainya tersebut, tidak hanya mencerminkan kebudayaan Melayu, tapi juga dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam. Ada nilai esensial budaya, dasar dan pedoman selaku umat Islam. “Motif-motif yang indah, kemilau mencerminkan hati nurani yang menggetarkan. Di dalamnya juga terdapat ayat-ayat Al-quran. Semoga kita semua kekal iman dalam menapaki kehidupan dan menapaki tugas mengemban amanah negeri. Semoga dalam gema tasbih, dapat mengangkat marwah negeri,” katanya.
Wali Kota, Drs H Herman Abdullah MM menyampaikan sambutan dan suka cita atas perolehan rekor Muri untuk keduakalinya tersebut. Ia berharap nantinya songket akan dikembangkan lagi, terutama PON ke XVIII nanti dimana pendatang dari luar memperoleh oleh-oleh khas Pekanbaru dengan cara mudah.(fia)
Laporan Muhammad Hapiz dan Fedli Aziz, Pekanbaru
Sumber : http://www.riaupos.com/ (23 Desember 2008) Kredit foto : dokumentasi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu