Thursday, 14 May 2026 |Thursday, 27 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 377
Today
:
8.733
Yesterday
:
35.104
Last week
:
209.627
Last month
:
15.288.374
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
29 januari 2009 03:02
Perayaan Milad MelayuOnline.com II: Empat Tokoh Perempuan Melayu Terima Penghargaan
Tokoh perempuan penerima Anugerah Melayuonline 2009, antara lain:
Septina Primawati Rusli (paling kiri), Aida Zulaikha Nasution (ketiga dari kiri), Suryatati A. Manan (keempat dari kanan), serta Dr. Pudentia (paling kanan).
Yogyakarta, MelayuOnline.com - Sebanyak 13 kategori penghargaan Anugerah Melayuonline 2009 diberikan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) kepada 12 tokoh Melayu dan Harian Kompas pada Milad MelayuOnline.com II, Selasa malam (20/1), di Concert Hall,Taman Budaya Yogyakarta.
Yang menarik, dari 12 tokoh, 4 di antaranya adalah tokoh perempuan Melayu, yakni Dra. Hj. Septina Primawati Rusli (Pendiri Perempuan Riau Bangkit Foundation/PRBF), Hj. Aida Zulaikha Nasution, SE., MM. (Anggota DPD RI asal Provinsi Kepulauan Riau), Dra. Hj. Suryatati A. Manan (Walikota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau), dan Dr. Pudentia MPSS (Ketua Asosiasi Tradisi Lisan/ATL). Mereka dinilai BKPBM memiliki peranan penting dalam kelangsungan dan perkembangan budaya Melayu.
Septina Primawati Rusli, misalnya, yang memiliki segudang kegiatan preservasi budaya Melayu dikategorikan sebagai Penggiat Dokumentasi dan Publikasi Budaya Melayu. Kategori ini didasarkan pada keseriusannya mendokumentasikan dan mempublikasikan berbagai kajian khazanah budaya Melayu melalui penerbitan buku-buku, seperti Kumpulan Cerita Rakyat Riau (2007), Mutiara yang Terjaring (2007), Ragam Kuliner Melayu Riau (2007), Direktori Perempuan Riau (2008), Perempuan Riau Bicara (2008), dan Khazanah Kerajinan Melayu Riau (2008) yang terpilih sebagai penerima Sagang Award 2008. Di samping itu, Ibu Septina, demikian ia kerap disapa, memprakarsai berdirinya perpustakaan masyarakat dan bilik-bilik baca di perkantoran seluruh Provinsi Riau.
Sementara Aida Zulaikha Nasution memperoleh Anugerah Melayuonline 2009 dalam kategori Perempuan Melayu yang Aktif Mengembangkan Kesenian dan Syair Melayu, karena, di tengah kesibukannya sebagai anggota DPD RI, ia juga mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan kesenian khususnya puisi dan syair Melayu. Tak heran, jika sastrawan Taufik Ikram Jamil menjuluki Ibu Aida sebagai “Emaknya” seniman Kepulauan Riau.
Adapun Walikota Tanjungpinang Suryatati A. Manan memperoleh penghargaan serupa dalam kategori sebagai Pembuat Kebijakan Pemerintah yang Berorientasi pada Pengembangan Budaya Melayu. Hal ini terkait dengan kesuksesannya membangun dan mendeklarasikan Kota Tanjungpinang sebagai Kota Gurindam Negeri Pantun. Selain berhasil menggugah kesadaran masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Melayu di Kota Tanjungpinang, seperti melalui perhelatan akbar Revitalisasi Budaya Melayu (RBM), Ibu Tati, panggilan akrabnya, juga merupakan figur yang mampu membangkitkan harkat perempuan Indonesia secara nasional.
Tokoh perempuan lain yang meraih penghargaan adalah Dr. Pudentia MPSS. dalam kategori sebagai Pelestari Tradisi Lisan Melayu, karena jasa-jasanya dalam mengawali telaah dan pengembangan tradisi lisan Melayu melalui berbagai penelitian dan pendampingan masyarakat di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, serta daerah-daerah lain di Nusantara. Menurut dosen Universitas Indonesia (UI) yang bernama lengkap Pudentia Maria Purenti Sri Suniarti ini, tradisi lisan bukan sekedar penuturan, melainkan juga media pewarisan budaya.
Budaya Melayu untuk Generasi Muda
Usai penyerahan anugerah, Aida Zulaikha Nasution mengatakan, arus modernisasi begitu cepat mengalir dan telah meracuni pola perilaku muda-mudi saat ini. Kita harus mengajarkan kepada anak-anak kita bagaimana melestarikan tradisi kendati itu tidak dengan cara yang tradisional. Anak-anak kita arahkan menyambut modernisasi dengan tidak meninggalkan tradisi. “Sebagai orang melayu, anugerah yang saya terima ini akan lebih bermakna apabila lebih banyak anak muda kita mengenal budaya melayu dan mau melestarikannya,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Septina Primawati Rusli. Untuk mengimbangi arus modernisasi dan globalisasi, ungkapnya, perlu perhatian dari pemerintah maupun lembaga lainnya, khususnya orang tua dari kalangan Melayu untuk menanamkan nilai-nilai budaya Melayu kepada anak-anak muda. “Keberadaan MelayuOnline.com ini saya kira juga bisa membantu generasi muda Melayu untuk lebih mengenal dan mencintai budayanya sendiri daripada budaya asing,” katanya.
Penyerahan anugerah yang dibacakan oleh Yuhastina Sinaro, SST.Par (Humas BKPBM) itu, dihadiri oleh Datuk Sri Amanah Dwi Wangsa (Sri Sultan Hamengkubuwono X), Gubernur Riau Rusli Zainal, Wagub Kepulauan Riau H. Muhammad Sani, Ketua Forum Silaturahmi Raja-raja Melayu se-Kalimantan Barat Gusti Suryansyah, Sultan Palembang Darusalam Inskandar Mahmud Badaruddin, Raja Sanggau Gusti Arman, serta rombongan dari Malaysia. Suasana acara oleh seniman Ong Hariwahyu, sang Art Director, dikemas bernuansa khas Melayu, dengan tata ruang, tata suara, dan tata lampu yang semarak.
Pada kesempatan itu, Suryatati A. Manan berkesempatan membaca puisi berjudul “Janda” yang mampu memukau penonton yang memenuhi gedung Taman Budaya Yogyakarta. Puisi itu menceritakan perjuangan seorang janda untuk mencapai kesuksesan yang seringkali mendapat cibiran. Selain itu, acara Milad MelayuOnline.com juga dimeriahkan dengan penampilan musik dan tarian Melayu dari Indonesia dan Malaysia, orasi kebudayaan oleh Mahyudin Al Mudra, SH., MM. (Pemangku BKPBM), dan launching www.ceritarakyatnusantara.com.
(Tasyriq Hifzhillah/brt/24/01-09).
Kredit Foto: Koleksi BKPBM (Fotografer: Aam Ito Tistomo)