Wednesday, 20 May 2026 |Wednesday, 3 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.512
Today
:
17.971
Yesterday
:
25.387
Last week
:
249.195
Last month
:
15.288.374
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
14 februari 2009 01:15
Arkeolog Observasi Lokasi Purbakala di Bintan
Tanjung Pinang - Tim ahli purbakala atau arkeolog mulai mengobservasi lokasi yang diperkirakan sebagai tempat peninggalan purbakala, yaitu tumpukan sampah dapur atau bukit kerang, di daerah Kawal Darat, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Dalam observasi awal tersebut, tim melakukan pengukuran, pemetaan, dan penggalian permukaan.
Hal itu diungkapkan sejarawan Melayu Aswandi Syahri, Jumat (13/2). ”Tim arkeologi datang dari Balai Arkeologi dari Medan. Tim baru melakukan pengukuran, pemetaan, dan penggalian permukaan,” kata Aswandi.
Sebelumnya, tim arkeologi dari Balai Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Purbakala Batu Sangkar, Padang, juga sudah pernah menyurvei lokasi bukit kerang tersebut. Dari survei itu diperoleh temuan sementara bahwa di lokasi itu terdapat kapak batu dan tengkorak manusia.
Aswandi Syahri menjelaskan, sampah dapur merupakan tumpukan kulit kerang yang diperkirakan merupakan sampah dapur dari manusia yang hidup pada zaman prasejarah. Sampah dapur atau bukit kerang setinggi sekitar empat meter sampai lima meter dikenal masyarakat setempat sebagai Benteng Batak dan bukit kerang.
Dari beberapa literatur, lanjut Aswandi, sampah dapur memang merupakan peninggalan sejarah pada zaman batu. Jika dari penelitian arkeologi dapat dipastikan bahwa sampah dapur di Kawal Barat merupakan peninggalan purbakala, hal itu akan memperkaya sejarah di Pulau Bintan.
Terkait dengan temuan itu, pemerintah Kabupaten Bintan merencanakan mengamankan lokasi dengan pemagaran. (FER)