Tuesday, 16 June 2026 |Tuesday, 30 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 994
Today
:
14.316
Yesterday
:
17.248
Last week
:
184.896
Last month
:
9.252.016
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
18 februari 2009 01:15
Kapak Prasejarah Ditemukan di Bintan
Tanjung Pinang, Kepulauan Riau - Tim dari Badan Arkeologi Medan menemukan benda-benda pada zaman prasejarah di lokasi bukit kerang atau ”sampah dapur” di Desa Kawal Darat, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Beberapa benda yang ditemukan saat penggalian prapenelitian itu adalah fragmen kapak batu, gerabah, tulang rusuk rusa, dan alat penghancur kerang.
Hal itu diungkapkan arkeolog Ketut Wiradnyana di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Senin (16/2). ”Ini baru penggalian prapenelitian. Dalam penggalian itu ditemukan fragmen kapak batu, gerabah, tulang rusuk rusa, dan alat penghancur kerang,” kata Ketut.
Dari temuan itu, lanjut Ketut Wiradnyana, dapat disimpulkan bahwa di lokasi tersebut ada aktivitas kehidupan manusia pada masa transisi mesolitikum dan neolitikum atau sekitar 3.000 tahun sebelum Masehi.
Ia menambahkan, selain di Bintan, bukit kerang juga ditemukan di beberapa wilayah pantai timur Sumatera, seperti Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.
Menurut Ketut, bukit kerang atau ”sampah dapur” merupakan sisa makanan manusia yang hidup pada masa prasejarah. ”Ciri khas kehidupan manusia waktu itu adalah berburu dan komunitas tinggal di rumah panggung di muara-muara sungai,” katanya.
Ketut menambahkan, temuan benda-benda prasejarah di Kawal Darat itu perlu dikaji lebih jauh melalui proses penelitian carbon dating. ”Hal itu perlu dilakukan untuk melihat umur benda-benda dan aktivitas masyarakat yang hidup saat itu,” katanya.
Bukit kerang atau sampah dapur di Kawal Darat, Kabupaten Bintan, pertama kali ditemukan sejarawan Kepulauan Riau, Aswandi Syahri. Dari penelitian bahan-bahan sejarah, Aswandi mampu mengenal dan menemukan tumpukan kerang setinggi 4-5 meter di areal sekitar perkebunan kelapa sawit di kawasan Kawal Darat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan Akib Rachim mengungkapkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Balai Arkeologi Medan untuk menindaklanjuti hasil prapenelitian lokasi bukit kerang tersebut.
Untuk itu, lanjut Akib, pihaknya telah membuat pemagaran di satu lokasi dari tiga lokasi yang ditemukan. Ia menambahkan, temuan arkeologi itu nanti dapat menjadi catatan sejarah bagi Kabupaten Bintan. (FER)