Sunday, 19 April 2026 |Sunday, 2 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 1.688
Today
:
26.149
Yesterday
:
25.133
Last week
:
249.242
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
16 maret 2009 03:30
Sejarah Lokal Masih Terabaikan
Medan, Sumatra Utara - Sejarawan Universitas Negeri Medan, (Unimed) Dr, Phill Ichwan Azhari, mengatakan, selama ini pelajaran sejarah yang dipelajari anak murid di sekolah termasuk di Medan adalah mata pelajaran sejarah nasional, akibatnya sejarah lokal jadi terabaikan.
"Padahal sejarah lokal sangat bermanfaat bagi siswa untuk lebih mengenal sejarah dan perjuangan di daerahnya masing-masing," katanya, di Medan.
Untuk itu, kata dia, pihaknya telah mengusulkan kepada Pemko Medan melalui DPRD Medan agar pelajaran sejarah muatan lokal diberikan di tingkat SD, SMP dan SMA.
"Upaya untuk menggiatkan pembelajaran sejarah lokal pada sekolah di Medan telah diterima dan DPRD Medan telah merekomendasikan hal itu ke Pemko Medan tanggal 4 September 2008 dengan SK No 130/6028/kep-DPRD/2008," katanya.
Untuk mendukung rencana tersebut, Unimed telah menyiapkan modul pelajaran sejarah lokal yang akan dipakai oleh sekolah atau guru-guru dan mengadakan koordinasi ke dinas pendidikan untuk memulai peraturan tersebut.
"Modul telah kami buat sesuai dengan kapasitas kami dari sejarah pendidikan, tinggal menunggu pihak yang mau menerbitkan," katanya.
Ia mengatakan, perlunya mempelajari sejarah lokal karena yang dipelajari para anak siswa di Medan masih terkonsentrasi pada sejarah yang berasal dari pusat atau lebih dikenal dengan istilah Jawa sentris.
Akibatnya, dapat menimbulkan terserabutnya akar budaya lokal yang menjadi identitas kita sebagai satu kesatuan dengan budaya lain di luar Sumatera Utara.
"Misalnya saja soal kemerdekaan 17 Agustus 1945 sudah diketahui diproklamirkan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Namun kondisi lain yang terjadi, jarang pelajaran sejarah kembali mengerucutkan persoalan itu dalam lokalitas terdekatnya, seperti pertanyaan di mana proklamasi tersebut dikumandangkan pertama kali di Medan," katanya. (irw/ann)