You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
15 april 2009 03:15
Katrili: Tarian Tradisional Minahasa Warisan Portugis
Jakarta - Tari Katrili sudah sangat akrab dengan masyarakat suku Minahasa. Meski sudah berusia ratusan tahun, tarian tradisional ini masih tetap dilestarikan, walau tak banyak yang tahu. Tarian yang biasa digelar pada acara-acara penting dan menggambarkan tentang pergaulan remaja dan muda-mudi suku Minahasa ini adalah warisan bangsa Portugis dan Spanyol, yang dikenalkan saat mereka menjajah bangsa kita abad 16 silam.
Para penari memulai tarian dengan lincah serta wajah-wajah ceria. Para penari terlihat begitu dinamis dan tetap semangat, seiring irama bernuansa musik country yang mengiringi tarian ini. Lihat saja kostum yang dikenakan para penari ini. Gaun dan stelan jas penari wanita dan prianya terlihat jelas bercirikan budaya Eropa.
Meski tarian ini merupakan warisan penjajah, tarian yang selalu dipertunjukkan di setiap acara-acara seremonial pemerintah atau di pesta-pesta yang digelar warga ini, ternyata tetap dilestarikan dan dipelihara masyarakat suku Minahasa. Bahkan tarian ini telah menjadi salah satu tarian utama bagi suku Minahasa.
Selain kerap dipertunjukkan di acara pesta, tarian warisan Portugis dan Spanyol ini juga selalu dilombakan di sekolah-sekolah atau pun di berbagai festival kebudayaan. Karena usianya telah ratusan tahun, gerakan-gerakan tarian pun banyak dimodifikasi atau diubah sesuai keinginan para instrukturnya.
Sayangnya, irama musik pengiring tarian ini kini lebih banyak menggunakan rekaman kaset ataupun rekaman cakram. Padahal beberapa tahun lalu musik pengiring tarian ini masih menggunakan alat musik kolintang, yang juga merupakan salah satu alat musik tradisional asli budaya suku Minahasa. (indosiar/Alamsyah Johan/Dv/Ijs)