Saturday, 22 August 2026 |Saturday, 8 Rab. Awal 1448 H
Online Visitors : 176
Today
:
6.995
Yesterday
:
24.647
Last week
:
178.006
Last month
:
11.454.048
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
07 mei 2009 04:16
Benda Bersejarah Jambi Banyak Diperjualbelikan
Jambi - Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin mengungkapkan, banyak benda-benda bersejarah asal Jambi telah diperjualbelikan ke luar Jambi dan jatuh ke pihak-pihak yang tidak berhak, padahal benda itu bernilai sejarah tinggi. "Saya prihatin, beberapa benda-benda bersejarah di Jambi ini hilang dan diperjualbelikan untuk kepentingan pribadi, padahal benda itu menyimpan sejarah masa lalu Jambi," kata Gubernur saat membuka diskusi dan komunikasi museum di Jambi, Selasa.
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi dan mencegah hal itu, Pemprov Jambi dan DPRD dalam waktu dekat akan membuat peraturan daerah (Perda) tentang larangan memperjualbelikan benda-benda bersejarah. Saat ini Perda tersebut sedang dalam proses, dalam Perda tersebut juga diatur bahwa seseorang yang menemukan atau menyimpan benda-benda bersejarah akan diberikan uang terima kasih, karena telah ikut menyelamatkan.
Benda-benda bersejarah itu nantinya akan disimpan di museum sebagai tempat yang tepat dan dapat dijadikan sarana informasi dan pengetahuan untuk mengetahui lebih jauh tentang benda-benda bersejarah tersebut.
Gubernur juga minta agar kabupaten dan kota di Jambi membuat museum di daerahnya masing-masing untuk melestarikan budaya, agar tidak hilang akibat derasnya arus informasi sekarang ini. Dengan adanya museum itu, anak cucu dan generasi penerus tidak kehilangan akar budayanya dan tidak kehilangan jati dirinya, karena itu masyarakat juga harus memahami arti penting dan peran benda-benda bersejarah.
Berbicara mengenai museum, Gubernur mengatakan, museum harus mempunyai peran sebagai pelaku dari hulu hingga ke hilir, yang menghasilkan karya kreatif, sebagai pemasar dan sekaligus pemasok. Di Jambi saat ini terdapat dua museum, yaitu museum negeri Jambi dan museum perjuangan, ke depan museum ini harus dikelola lebih baik lagi, sehingga memberi manfaat bagi masyarakat dalam mempelajari dan mendalami kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Diskusi dan komunikasi museum yang akan berlangsung hingga 8 Mei tersebut diikuti 200 peserta dari unsur pemerintah daerah di seluruh Indonesia, akademisi dan pemerhati kebudayaan, dihadiri pula oleh Dirjen Sejarah dan Kepurbakalaan Depbudpar. Kegiatan tersebut juga diisi dengan Musyawarah Nasional Asosiasi Museum Indonesia untuk memilih pengurus baru periode 2009-2014, serta peninjauan ke museum Jambi dan Candi Muarojambi di Kabupaten Muaro Jambi, sekitar 40 Km dari Kota Jambi. (ant)