Friday, 24 October 2014   |   Friday, 29 Dzulhijah 1435 H
Online Visitors : 964
Today : 4.443
Yesterday : 19.177
Last week : 160.551
Last month : 802.699
You are visitor number 97.263.502
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

25 juni 2009 01:00

Balai Bahasa Medan Gelar Festival Musikalisasi Puisi

Balai Bahasa Medan Gelar Festival Musikalisasi Puisi

Medan, Sumatra Utara - Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia sejak tahun 2007 menggelar Festival Musikalisasi Puisi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Tingkat Nasional. Untuk tingkat regional Sumatera, Festival Musikalisasi Puisi SLTA se-Sumatera telah berlangsung tiga kali, yakni di Kantor Bahasa Provinsi Jambi (2006), Balai Bahasa Banda Aceh (2007), dan Balai Bahasa Lampung (2008). Sedangkan tahun 2009 Balai Bahasa Medan ditunjuk menjadi tuan rumah Festival Musikalisasi Puisi IV SLTA se-Sumatera.

“Sebelum menggelar Festival Musikalisasi Puisi IV SLTA se-Sumatera itu, Balai Bahasa Medan terlebih dahulu akan melaksanakan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Sumatera Utara,” kata Suyadi, S.Pd., M.Si., selaku ketua panitia. “Ini juga sebagai seleksi mencari kelompok musikalisasi terbaik untuk menjadi duta Sumatera Utara mengikuti festival tingkat Sumatera,” lanjut Suyadi. Kegiatan tersebut akan berlangsung tanggal 26—27 Juni 2009 di Taman Budaya Sumatera Utara.

Sebelumnya, para peserta setingkat SMA, SMK, atau Madrasah Aliyah akan mengikuti taklimat (technical meeting) di Balai Bahasa Medan, Jalan Kolam No. 7, Medan Estate, Kamis, 25 Juni 2009. Setiap kelompok (yang terdiri dari 7 orang) juga akan diberikan kesempatan untuk mengorientasi panggung pertunjukan di Taman Budaya Sumatera Utara. Secara lebih rinci, Suyadi sempat membeberkan perihal musikalisasi puisi yang dianggap belum tersosialisasi dengan baik, khususnya ke sekolah-sekolah.

“Musikalisasi puisi merupakan salah satu cara mendekatkan puisi kepada khalayak, tidak hanya peminat sastra. Musikalisasi puisi diharapkan dapat memberi penajaman makna yang tersirat ataupun tersurat sehingga dapat membantu masyarakat awam dalam memahami puisi,” kata Suyadi.  “Puisi sebagai karya sastra menghadirkan kata dan ungkapan dari berbagai segi. Di samping mengandung makna yang menarik untuk disimak, di dalam puisi terdapat kekuatan citra dan rima yang indah, serta ada jangkauan simbolik yang dapat membuai kita untuk menyelami kata-katanya,” lanjutnya.

Melalui keterangan pers ini, ketua panitia juga mengingatkan kepada para peserta untuk tetap memperhatikan persyaratan festival. Antara lain, pertunjukan yang nanti akan berbentuk penampilan langsung harus menggunakan alat musik akustik nonelektrik dan peserta tidak menggunakan cakram padat (CD) atau musik yang sudah diprogram. Selain itu, pengulangan baris atau bait pada puisi sebagai refrein pada lagu dapat dilakukan untuk menegaskan pesan dalam puisi, tetapi bukan merupakan keharusan. Peserta Festival Musikalisasi Puisi akan menampilkan 2 pertunjukan musikalisasi dari satu puisi wajib yang ditetapkan panitia dan satu puisi pilihan yang ditentukan sendiri oleh peserta.

Puisi wajib yang ditetapkan panitia adalah puisi Tanah Air karya Muhammad Yamin. Para kelompok yang unjuk kemampuan akan dinilai berdasarkan ketentuan yang mencakup (1) penafsiran puisi, (2) komposisi musikal, (3) keselarasan, (4) vokal, dan (5) penampilan. Warna lokal pada komposisi musik merupakan hal yang dipertimbangkan dalam penilaian. Dewan juri terdiri atas 3 0rng, yaitu penyair asal Jakarta, pelaku seni pertunjukan asal Medan, dan pengamat musik yang bernaung di bawah KOMPI Sumut. Para pemenang (peringkat I sampai V, dan 1 favorit) Festival Musikalisasi Puisi SLTA Tingkat Sumatera Utara akan memperebutkan uang tunai, mendapatkan piagam, dan bingkisan. (rel)

Sumber: http://www.analisadaily.com
Kredit Foto: http://bataviase.wordpress.com


Read : 2.753 time(s).

Write your comment !