Tuesday, 21 April 2026   |   Tuesday, 4 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 1.567
Today : 23.621
Yesterday : 49.931
Last week : 249.242
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

24 juli 2009 01:50

Ratusan Keris Dipamerkan

Ratusan Keris Dipamerkan

Madiun, Jawa Timur - Sedikitnya 441 keris pusaka dipamerkan di Pendopo Muda Graha, Madiun, 22-25 Juli 2009 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jatim, dalam rangka hari jadi Pemkab Madiun yang Ke-441. Pameran ini menampilkan koleksi paguyuban pusaka keris dari Madiun dan luar Madiun, seperti Yogyakarta, Solo, Sragen, Gresik, Surabaya dan Trenggalek.

Koordinator bidang Budaya, Litbang, dan Agama, Paguyuban Keris Thundung Madiun, yang juga anggota panitia, Wara Wijatiningrum, Kamis, mengatakan, pameran ini bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa yang semakin hilang ditelan oleh kecanggihan zaman. "Generasi muda saat ini tidak begitu mengenal tentang keris. Padahal, keris merupakan salah satu ikon bangsa Indonesia yang diakui dunia internasional. Kami sangat menyayangkan sikap para pemuda tersebut," ujarnya.

Menurut dia, sudah saatnya generasi muda diajak untuk mengenal dan melestarikan budaya bangsa ini. Bahkan UNESCO (Organisasi Pendidikan Dunia) telah menetapkan keris sebagai satu dari 90 warisan dunia yang wajib dilestarikan. "Karenanya, bangsa Indonesia harus bangga memiliki warisan budaya berupa keris. Jangan sampai anak cucu kita belajar dan mengenal keris ke luar negeri yang lebih dulu mengagungkannya sebagai benda yang patut dilestarikan," tuturnya.

Seiring dengan perkembangan waktu, keris tidak hanya dikenal sebagai simbol kekuasaan, namun juga keindahan. Banyak pimpinan daerah, baik pusat maupun daerah yang mengoleksinya. "Zaman dulu, keris identik dengan mistik. Namun, sekarang lebih cenderung ke nilai seni. Sehingga lebih memudahkan bagi siapapun untuk mengenalnya," katanya. Ia menjelaskan, untuk memahami misteri keris, diperlukan pemahaman seluas mungkin. Bahkan sangat mungkin harus paham pula tentang budaya Jawa, tempat pusaka ini dilahirkan.  (Kom/Ant)

Sumber: http://oase.kompas.com
Kredit Foto: http://johnherf.wordpress.com


Read : 3.352 time(s).

Write your comment !