Wednesday, 22 October 2014   |   Wednesday, 27 Dzulhijah 1435 H
Online Visitors : 690
Today : 17.132
Yesterday : 20.089
Last week : 156.155
Last month : 802.699
You are visitor number 97.253.447
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

11 sepember 2009 02:00

Pencanangan Meulaboh Jadi Kota Tasawuf Disorot

Pencanangan Meulaboh Jadi Kota Tasawuf Disorot

Meulaboh, NAD - Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Meulaboh, Aceh Barat, menyorot pencanangan Meulaboh menjadi kota tauhid-tasawuf oleh Pemkab setempat pada Senin (7/9). Menurut mereka dalam menetapkan suatu nama perlu melibatkan banyak komponen sehingga tidak terkesan Pemkab digiring oleh orang-orang tertentu. Pernyataan keberatan ditulis beberapa LSM, Kamis (10/9). Pernyataan ini di ditandatangani oleh pimpinan LSM Asoh Meulaboh (Edi Maryono), Suling Hutan Meulaboh (Fitriadi Lanta), Coor Analisi Sombep Aceh Barat (Burhan Nuddin), dan Gebrak Aceh Barat (Ramu Indra).

“Pada prinsipnya kami mendukung Meulaboh dijadikan kota tauhid-tasawuf jika bukan untuk kepentingan politik,” ujar mereka. Mereka menilai, upaya pemerintah menjadikan Meulaboh sebagai kota tauhid-tasauf secara agamis sangat menguntungkan daerah, di mana pihak lain akan segan atau tidak sembarangan memasuki Meulaboh jika ingin melakukan suatu yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Namun di sisi lain, harus ada pertimbangan matang terhadap nama kota yang diberikan, kenapa harus buru-buru. Dan yang lebih penting sekarang adalah menjalankan dulu programnya dengan meningkatkan kerja Dinas Syariat Islam dan Wilayatul Hisbah baru menetapkan nama sebuah kota. LSM menilai, menetapkan Kota Meulaboh sebagai kota tauhid-tasawuf hanya keinginan politik pihak yang berkepentingan dan mengambarkan ke publik bahwa Meulaboh telah hebat di tangan mereka. “Kami menilai bupati harus meninjau kembali dan yang tepat adalah mengajak pihak yang patut diajak untuk mendiskusikan suatu rencana pembangunan, agar sikap dan sifat pemimpin tasauf terlihat di mata rakyat,” ujarnya.(riz)

Sumber: http://www.serambinews.com
Kredit Foto: http://commons.wikimedia.org


Read : 2.009 time(s).

Write your comment !