Tuesday, 9 June 2026   |   Tuesday, 23 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.993
Today : 21.049
Yesterday : 24.704
Last week : 227.151
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

29 oktober 2009 05:55

Peringati Sumpah Pemuda, Walikota Yogyakarta Resmikan Anjungan Daerah

Peringati Sumpah Pemuda, Walikota Yogyakarta Resmikan Anjungan Daerah

Yogyakarta, MelayuOnline.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto meresmikan sembilan asrama mahasiswa darii sejumlah provinsi di Indonesia yang terdapat di Kota Yogyakarta menjadi anjungan daerah. Peresmian yang juga dihadiri oleh kalangan pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, elemen pemuda di Yogyakarta, serta perwakilan beberapa daerah ini dilakukan di playground area Taman Pintar Yogyakarta pada Rabu (28/10). Sembilan asrama mahasiswa yang diresmikan menjadi anjungan daerah antara lain asrama Provinsi Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sumatra Selatan, Jawa Barat, serta Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitong.

Selain peresmian anjungan daerah, acara kali ini juga diwarnai dengan peluncuran buku berjudul “Rerasan untuk Jogja” yang berisikan tulisan sejumlah mahasiswa asing tentang Yogyakarta dan buku “1000 Anak Bercerita” yang ditulis oleh sejumlah siswa di Yogyakarta yang mengikuti program pertukaran pelajar di daerah lain. Dalam acara ini, sejumlah daerah berkesempatan menampilkan ragam kesenian budaya dan potensi daerah masing-masing.

Menurut Herry Zudianto, program semacam ini akan mempererat persatuan dan kesatuan antar daerah serta mencairkan hubungan masing-masing daerah melalui warganya yang menuntut ilmu atau tinggal di Yogyakarta. “Dengan adanya anjungan daerah, diharapkan kita bisa saling kenal, baik itu antar mahasiswa yang tengah belajar di Yogyakarta maupun masyarakat Yogya dengan saudara-saudara mereka dari daerah lain,” ujar Walikota.

Wakil Gubernur Lampung MS Joko Umar Said yang mewakili kesembilan daerah memberikan apresiasi yang cukup tinggi terhadap program ini. Joko mengatakan bahwa selama ini asrama daerah hanya dikenal sebagai tempat tinggal pelajar yang tertutup untuk umum, sedangkan anjungan telah mengubah paradigma masalah dengan sesuatu yang lebih baik. Oleh karena itu, lanjutnya, melalui perubahan ini diharapkan asrama daerah bisa menjadi laboratorium budaya, sehingga setiap daerah bisa menampilkan potensi dari daerah masing-masing, baik seni, budaya, pariwisata, maupun produk kerajinan.

Sebelum peresmian dilakukan, sebanyak 70 andong mengikuti pawai alegoris peringatan Harii Sumpah Pemuda ke-81. Andong-andong tersebut membawa para peserta pawai yang terdiri dari sejumlah pejabat dan elemen pemuda Kota Yogyakarta. Rute rombongan pawai dimulai dari rumah dinas Walikota Yogyakarta dan diakhiri di Taman Pintar.

Elisabeth Murni (brt/10/10-09)
Read : 2.401 time(s).

Write your comment !