Balai Kajian & Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Penerbit Adicita Karya Nusa
Tanggal terbit
:
Jumlah halaman
:
xxiv + 148 hlm.
Ukuran
:
13 x 19 cm HVS
Cetakan ke
:
1, 2005
Sinopsis
:
Airmata Barzanji Fakhrunnas M.A. Jabbar ini tidak lain adalah “airmata penyair” yang menetes karena hatinya tercabik oleh perang yang memorak-porandakan tatanan dunia. Penyair tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali menunjukkan simpati dan empatinya kepada korban dalam bentuk puisi. Bagi penyair, airmata kepedihan dapat dijadikan tinta untuk menulis puisi. Ia telah memberi kesaksian. Di sinilah kepenyairan dengan tenaga estetik, kepekaan terhadap duka kemanusiaan, dan kecerdasan spiritual menjadi satu dalam sebuah karya seni yang disebut “puisi”. (D. Zawawi Imron)