Kamis, 16 April 2026   |   Jum'ah, 28 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 2.819
Hari ini : 35.908
Kemarin : 25.162
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tentang kami

Army A. (Medan - Sumatra Utara - Indonesia)

19 Oktober 2008, 2:55 am

Nama : Army A.

Institusi : -

Pesan :

Ass.Wr.Wb.

Pemaknaan Melayu yang lebih luas berlandaskan paradigma holistik oleh MelayuOnline (MelOn) yang diasuh oleh bang Mahyudin sebagai upaya penumbuhan kesadaran akan persamaan sejarah dan budaya Melayu, menurut saya sah-sah saja. Namun, jika dilihat dari pemaknaan tersebut dan dikaitkan dengan penggunaan kata "MelayuOnline", menurut pendapat saya, bang Mahyudin ingin menggali asal usul bangsa Nusantara dan ras-ras yang mirip dengan ras-ras Nusantara. Jadi bukan menggali asal usul suku/etnis Melayu yang utamanya suku ini mayoritas bermukim dan berasal dari pesisir pantai Sumatra, pesisir Kalimantan dan daerah Semenanjung Malaysia

Pemaknaan Melayu yang dimaksud dan dipakai oleh MelOn tepatnya ditujukan untuk Melayu Baru (istilah yang dipakai oleh organisasi Melayu Baru yang diketuai oleh bang Syamsul Arifin, SE/sekarang Gubernur Sumatra Utara). Pemaknaan Melayu tersebut sangat luas dan dapat mengaburkan definisi dari Melayu sebagai suku yang notabene melekat kultur Melayu yang sangat banyak kemiripan antara Melayu yang bermukim di ketiga daerah yang disebutkan di atas. Saya lebih sependapat dengan definisi Melayu dari Tengku Luckman Sinar, yaitu memenuhi syarat sebagai orang Islam, berbicara bahasa Melayu dan mempergunakan adat istiadat Melayu serta menetap di kawasan Melayu (termasuk kawasan Philipina Selatan dan Thailand Selatan). Ras Melayu ini berasal dari turunan campuran yang disebabkan perkawinan antara kaum pendatang yang sudah beragama Islam dengan suku asli setempat, sama halnya dengan suku Dayak di Kalimantan yang dulunya masih animisme kawin dengan pendatang yang beragama Islam dan akhirnya menyebut dirinya sebagai orang Banjar/suku Banjar. Pengertian Melayu yang dipakai oleh MelOn sangat-sangat luas sekali dan saya yakin tidak akan menemukan titik kulminasinya bila dimaksudkan untuk wadah yang berlandaskan Geobudaya (dalam hal ini menggunakan kata-kata Melayu). Bahkan akhirnya akan menjadi kabur karena maknanya sangat luas. Kata-kata Melayu yang dipakai sebagai judul blog oleh bang Mahyudin yang mengartikannya sangat luas tersebut, sebaiknya direvisi saja menjadi Melayu Nusantara atau Benua Melayu. Karena pengertian Melayu menurut saya ada dua. Pertama, Melayu sebagai Suku/Etnis, yaitu yang berasal dan bermukim di tiga wilayah tersebut di atas (umumnya punya persamaan dalam adat istiadat dan beragama Islam). Kedua, Melayu sebagai Bangsa/Ras (Melayu Tua dan Melayu Muda), yaitu yang terdiri dari berbagai suku/ras dan beraneka ragam adat istiadat yang ada di wilayah hamparan Nusantara dan  sekitarnya.

Terlepas dari itu semua, keberadaan MelOn sudah merupakan suatu kemajuan yang sangat berarti bagi kita-kita yang turunan Melayu ini. Maju terus, semoga sukses!

Wassalam.

Army. A
Dibaca : 16.036 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password