Pengenalan Permainan dikir barat adalah suatu teater tradisional yang paling digemari oleh masyarakat Melayu di Kelantan dan Patani. Secara umumnya, tidak seperti teater tradisional lain, permainan ini lebih popular di kalangan masyarakat biasa daripada kalangan istana. Di dalam persembahan dikir barat terdapat satu kumpulan yang ...
Oleh: H.Badruzzaman Ismail, SH, M.Hum Meunasah dan mesjid adalah dua hal yang menarik dalam sistem budaya adat Aceh. Kedua lembaga ini merupakan simbol/logo identitas keacehan yang telah berkontribusi fungsinya membangun pola dasar SDM masyarakat menjadi satu kekuatan semangat yang monumental, historis, herois dan sakralis. Fungsi ...
Banyak kearifan lokal yang patut diteladani dari pihak Keraton dalam pengelolaan lingkungan di masa lalu. Hal tersebut terungkap dalam Seminar Peranan Keraton se-Kalimantan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup yang berlangsung di Kedaton Kutai Kartanegara, Tenggarong, tadi siang. Seperti dipaparkan H Adji Pangeran Ario Prodjo dari ...
Oleh : Drs. Pengaduan Lubis Sepanjang yang dapat diketahui sampai sekarang, belum ada seseorang yang menulis dan menerbitkan sejarah Mandailing. Oleh karena itu kita tidak dapat memperoleh refensi untuk membicarakan sejarah Madailing. Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing. Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing memang ...
Oleh : Jodhi Yudono Dulu di Lombok terjadi kemarau 7 tahun. Maka diutuslah seorang punggawa kerajaan Pejanggi ke Gunung Rinjani untuk meminta hujan. Ternyata di gunung itu sang punggawa bertemu dengan R. Sangupati. Usai pertemuan tersebut, sang punggawa disuruh mengadakan pertunjukan wayang di daerah Rambang, Selong. Tiket ...
Oleh : Jodhi Yudono "Nguri berasal dari kata Guri, artinya perkataan dan tingkah laku yang lemah lembut untuk menghibur sang raja yang sedang berduka atau terkena musibah," ujar Joy (36), pelatih dan penanggungjawab Kelompok Kesenian Lonto Engal dari Sumbawa. Tari ini awalnya adalah sebuah ritual masyarakat, sebagai simbol ...
Oleh : Muliadi Kurdi Abstrak : Masyarakat Aceh memiliki budaya yang berbeda dengan masyarakat Indonesia pada umumnya. Perbedaan itu terlihat dalam tingkah polah, dalam berbicara, adat sopan santun dalam bertamu dan budaya ketika menjamu tamu. Berbedanya budaya yang satu dengan yang lain menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah ...
Tumbuk lesung merupakan salah satu acara dalam pesta panen di Dusun Moncongloe Lappara, Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Alu-alu yang ditumbuk itu menghasilkan bunyi-bunyian yang berirama sehingga terdengar merdu di telinga. Adu betis (mappalanca) sebetulnya tidak berdiri sendiri. Ia merupakan rangkaian dari ...
Oleh: A Kohar Ibrahim “TOUTES les cultures sont liées les unes aux autres ; nulle n`est unique et pure, toutes sont hybrides, hétérogènes, extraordinairement différenciées et non monolithiques.” Demikian tulis Edward Saïd, dalam makalahnya berjudul : “Culture et Impérialisme”. In Le Grand Soir Info 1.07.2007. Bahwa : “Semua ...
Oleh : drh H Chaidir MM Provinsi Riau genap berusia 50 tahun pada 9 Agustus hari ini. Ditinjau dari usia sebuah bangsa, 50 tahun bukanlah usia yang tergolong tua dibandingkan misalnya dengan Amerika serikat yang sudah berusia lebih dari 231 tahun, atau Thailand yang tak pernah dijajah. Tapi usia 50 tahun bukanlah waktu ...
Cilokak merupakan salah satu jenis musik tradisional khas suku sasak di Lombak Timur. Musik ini mulai diperkenalkan kira-kira tahun 1948 oleh seorang seniman pencipta asal Lingkuqiaki desa Bungtiang Kecamatan Sakra bernama Mamiq Srinatih (alm). Nama Cilokak diambil dari salah satu nama/judul lagu yang digemari mereka pada saat itu. Arti ...
Oleh : Jodhi Yudono Suara seronai menjerit-jerit dari sebuah rumah tua yag di halamannya didirikan sarapo (panggung) untuk menerima tetamu. Seronai, gendang, gong, bonang, secara berbarengan membahana guna membuka upacara nyalamak di lau‘ (selamatan laut) orang-orang suku Bajo yang tinggal di Tanjung Luar, Lombok Timur di pertengahan ...