Oleh : Garin Nugroho Daya hidup Kebudayaan seperti layaknya makanan sebagai produk Kebudayaan, senantiasa memerlukan tungku nan tiga untuk terus menghidupkannya agar makanan itu hangat dan masak, yakni tungku dengan tiga sendi yang kokoh menyangganya. Demikian juga dengan setiap proses menjadi Indonesia, ia dihidupkan dengan tiga ...
Oleh : Irma Tambunan Bukan pilihan mudah bagi seorang perajin untuk bertahan pada karya batik tulis di zaman sekarang ini karena usaha tersebut sudah tidak populer dan banyak ditinggalkan dengan alasan pengerjaannya yang repot. Ditambah lagi, sulitnya menemukan pasar karena harga jualnya relatif mahal. Namun, Azmiah yang sudah 30 tahun ...
Oleh : Ilham Khoiri Pagi yang sejuk, awal November lalu. Danau Ranau di Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, menawarkan pesona alam yang indah. Hamparan air yang biru menyatu dengan kaki Gunung Seminung, yang berdiri kokoh di tepi selatan danau, sedangkan puncak gunung diselimuti sebaris awan ...
Oleh : Irma Tambunan Sebuah kehormatan bisa menyaksikan pergelaran tari rimba, seperti pengalaman Kompas. Pasalnya, tarian tersebut tak boleh ditampilkan di depan penonton yang bukan kalangan Suku Anak Dalam yang hidup di Taman Nasional Bukit Duabelas atau TNBD Jambi. Namun, malam itu, Ngimbai perempuan penari rimba membawakannya untuk ...
Oleh : Try Harijono Nuansanya persis seperti hamparan karpet. Mulai dari tanah, batu, hingga pepohonan, semuanya dilapisi lumut. Bahkan dahan dan ranting pohon pun tak lepas dari balutan lumut. Saking tebalnya lumut, saat menginjak batu pun terasa empuk meski agak licin. Tidak salah jika kemudian penduduk menyebutnya Gunung Lumut, terletak ...
Oleh : Samuel Oktora Uwi meze goLewa labaO... uwi, o... uwiKoba rako lizuLadu wai posoO... uwi, o... uwi Ungkapan-ungkapan ini digemakan di tengah tarian adat, mewarnai tradisi Reba yang berlangsung di Kampung Gurusina, Desa Watumanu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, awal Januari 2007. ...
Oleh : BM Lukita Grahadyarini Desa Bandar Agung di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) itu dihuni suku Rejang, salah satu suku tertua di Sumatera yang diyakini menjadi cikal-bakal masyarakat Bengkulu. Dalam percakapan sehari-hari, mereka bertutur dengan bahasa Rejang yang nyaris punah karena kini semakin jarang digunakan masyarakat ...
Oleh : Khaerul Anwar Jangankan bepergian jauh. Mau pergi ke sawah saja Suryasim mengaku harus berpedoman pada urige atau warige. Dan tak hanya Suryasim (70). Umumnya warga Dusun Belencong, Desa Mumbulsari, Kecamatan Bayan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menjadikan urige atau kalender tradisional Lombok ini sebagai pedoman untuk segala ...
Oleh : Haryo Damardono Gonggongan anjing yang gencar menghalangi langkah mendekati kuil tua. Tanpa penghuni kuil yang kebetulan saat itu sedang bepergian, bukan mustahil kami dikoyak anjing penjaga boneka-boneka wayang gantung Singkawang itu. Demikianlah, pupus harapan melihat lagi boneka wayang gantung Singkawang, sekitar 180 kilometer ...
Oleh : Helena F Nababan Melihat kupu-kupu beraneka warna dan bentuk terbang bebas di kaki Gunung Betung, Bandar Lampung sungguh menyegarkan mata. "Indah, ya? Tetapi, banyak orang justru tak tertarik ketika mendengar penelitian dan konservasi kupu-kupu ini," kata Herawati Soekardi (56), ahli kupu-kupu pertama di Indonesia dari Lampung. ...
Sepanjang jalan gerbang wisata Riau, banyak hal yang masih bisa dikembangkan. Kota Dumai, merupakan pintu gerbang wisatawan mancanegara masuk ke Riau melalui perairan. Dari Dumai ke Pekanbaru, terdapat sejumlah lokasi yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Sekarang kita coba menelusuri potensi objek wisata dari ...
Jika masyarakat Jawa Tengah bangga akan Borobudur, sebuah candi peninggalan kerajaan Budha yang tersohor di seluruh penjuru dunia, warga Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengagungkan benteng dan Masjid Agung Keraton yang bernilai religius tinggi. Benteng yang mengelilingi pusat pemerintahan Kesultanan Buton dibangun pada masa ...