Oleh: Prof. Dr. Abdul Hadi W.M. A. Pendahuluan Setiap bangsa pada umumnya memiliki bentuk pengucapan puitik yang disukai untuk menyampaikan alam pikiran, perasaan, dan tanggapan mereka terhadap kehidupan yang mereka hayati. Orang Jepang memiliki tanka dan haiku, dua ragam pengucapan puitik yang ringkas dengan aturan tertentu. Di Eropa ... detail... »
Oleh: Agus Setiyanto A. Status Sosial Secara tradisional, yang disebut elite pribumi adalah para kepala pribumi yang berstatus sebagai kepala adat dalam komunitasnya masing-masing. Komunitas-komunitas itu pada umumnya mereka sebut sebagai karajaan atau negari. Dalam masyarakat tradisional, tidak ada status sosial yang lebih tinggi dari ... detail... »
Oleh: Edi Sedyawati A. ‘Bentang Lahan‘ Sastra Melayu Sebelum membicarakan cakupan wilayah di mana didapati sastra Melayu, terlebih dahulu perlu ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan sastra adalah segala ungkapan yang dinyatakan dengan bahasa, baik lisan maupun tertulis. Dalam hal ini pengertian "sastra" diambil dalam arti yang luas, ya... detail... »
Oleh: Maman S. Mahayana A. Pendahuluan [1] Bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melayu. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melayu yang disesuaikan dengan pertumbuhannya dalam masyarakat Indonesia sekarang. Itulah pernyataan butir 8 Keputusan Seksi A dalam Kongres Bahasa Indonesia kedua di Medan yang berlangsung 28 Oktober - 2 November 195... detail... »
Oleh: Dr. Bisri Effendy 1. Pengantar Inilah syair, Juragan Budiman namanya1. Ia adalah sebuah narasi kisah perjalanan suatu dinasti (keluarga sultan) yang disajikan dalam bentuk syair; suatu kebiasaan yang sangat banyak kita temukan dalam tradisi penulisan naskah Melayu, seperti dalam Syair Siti Zubaidah, Syair Dandan Setia, Syair Perang ... detail... »
Oleh: Bustanuddin Agus 1. Pendahuluan Dewasa ini, tema pluralisme multietnik hampir mendominasi pertemuan ilmiah bidang sosial budaya. Dengan demikian mengangkat kembali tema agama dan adat tidak layak lagi dicap sebagai menegakkan benang basah. Namun sebagai agama dan etnisitas, ia tetap saja dipandang sebelah mata, khususnya oleh yang bergama l... detail... »
Oleh: Achadiati Ikram Abstract Colonialism has forcibly made a number of nations adopt a language alien to them. However, this language policy has ultimately enriched the culture on both sides. A significant creole literature has sprung into life and now form a part of our world literature. Indian-English, African French, and American-Spanish hav... detail... »
Oleh: Ninuk Kleden-Probonegoro A. Pengantar Saat saya berdiri di tengah penonton “Festival Seni Pertunjukan Rakyat” di tiap bulan Agustus di Banjarmasin, sebenarnya saya tidak hanya menonton bentuk-bentuk seni pertunjukan rakyat dari kabupaten yang ada di wilayah provinsi itu, seperti Mamanda, Kuda Gepang, Zapin, tetapi saya menyaksik... detail... »
Oleh: Mukhlis PaEni Absctract Since Raja Ali Haji wrote Tuhfat-al Nafis which tells about the history and Malay-Bugis genealogy, there have been a lot of books written about Bugis and their roles in Malay World. However, there are still limited number of books and articles written on the roles of Malay people in the land of Bugis-Makassar. The kn... detail... »
Oleh: Profesor Datuk Dr. Abdul Latiff Abu Bakar[2] PengenalanPerkataan tamadun sering digunakan oleh para sarjana untuk menggambarkan pencapaian dalam aspek kebendaan (material) dalam sebuah masyarakat. Namun demikian, dalam perkembangannya, istilah ini dikaitkan dengan pencapaian yang tinggi dalam sains dan teknologi agar ia sesuai dengan tamad... detail... »
Oleh: Muhadjir Tidak seperti variasi bahasa Melayu dari sebelah barat negeri ini, bahasa Betawi berkembang dari kelompok penutur non-Melayu, khususnya dari belahan timur Indonesia. Selain itu, bahasa Betawi juga mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa asing, seperti Cina, Belanda, dan Portugis. Makalah ini juga akan membahas berbagai aspek kehidupan ... detail... »
Oleh: Abdul Malik 1. Pendahuluan Bahasa Melayu ialah bahasa yang sejak peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 di Indonesia "dijunjung" sebagai bahasa persatuon, yang bersempena dengan peristiwa politik itu disebut bahasa Indonesia. Lebih kurang tujuh belas tahun sesudah itu, bahasa Melayu. yang juga mendapat nama baru bahasa Indones... detail... »