Pengunjung Online : 107 Hari ini : 1.918 Kemarin : 18.706
Anda pengunjung ke 71.501.978 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Artikel
 | 09 januari 2009 09:55 Oleh: Bustanuddin Agus 1. Pendahuluan Dewasa ini, tema pluralisme multietnik hampir mendominasi pertemuan ilmiah bidang sosial budaya. Dengan demikian mengangkat kembali tema agama dan adat tidak layak lagi dicap sebagai menegakkan benang basah. Namun sebagai agama dan etnisitas, ia tetap saja dipandang sebelah mata, khususnya oleh yang bergama l... detail... » |
 | 02 januari 2009 10:36 Oleh: Achadiati Ikram Abstract Colonialism has forcibly made a number of nations adopt a language alien to them. However, this language policy has ultimately enriched the culture on both sides. A significant creole literature has sprung into life and now form a part of our world literature. Indian-English, African French, and American-Spanish hav... detail... » |
 | 31 desember 2008 12:39 Oleh: Afthonul Afif A. Pendahuluan Gagasan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah keinginan untuk mengetahui dan memahami bagaimana strategi yang ditempuh oleh orang-orang Minangkabau non-muslim dalam membentuk identitas sosial mereka. Sebagai sebuah sistem kebudayaan, adat Minangkabau cenderung tidak memberi toleransi kepada individu yang k... detail... » |
 | 26 desember 2008 09:06 Oleh: Ninuk Kleden-Probonegoro A. Pengantar Saat saya berdiri di tengah penonton “Festival Seni Pertunjukan Rakyat” di tiap bulan Agustus di Banjarmasin, sebenarnya saya tidak hanya menonton bentuk-bentuk seni pertunjukan rakyat dari kabupaten yang ada di wilayah provinsi itu, seperti Mamanda, Kuda Gepang, Zapin, tetapi saya menyaksik... detail... » |
 | 23 desember 2008 12:01 Oleh: Mukhlis PaEni Absctract Since Raja Ali Haji wrote Tuhfat-al Nafis which tells about the history and Malay-Bugis genealogy, there have been a lot of books written about Bugis and their roles in Malay World. However, there are still limited number of books and articles written on the roles of Malay people in the land of Bugis-Makassar. The kn... detail... » |
 | 19 desember 2008 12:02 Oleh: Profesor Datuk Dr. Abdul Latiff Abu Bakar[2] PengenalanPerkataan tamadun sering digunakan oleh para sarjana untuk menggambarkan pencapaian dalam aspek kebendaan (material) dalam sebuah masyarakat. Namun demikian, dalam perkembangannya, istilah ini dikaitkan dengan pencapaian yang tinggi dalam sains dan teknologi agar ia sesuai dengan tamad... detail... » |
 | 16 desember 2008 14:46 Oleh: Muhadjir Tidak seperti variasi bahasa Melayu dari sebelah barat negeri ini, bahasa Betawi berkembang dari kelompok penutur non-Melayu, khususnya dari belahan timur Indonesia. Selain itu, bahasa Betawi juga mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa asing, seperti Cina, Belanda, dan Portugis. Makalah ini juga akan membahas berbagai aspek kehidupan ... detail... » |
 | 12 desember 2008 09:55 Oleh: Abdul Malik 1. Pendahuluan Bahasa Melayu ialah bahasa yang sejak peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 di Indonesia "dijunjung" sebagai bahasa persatuon, yang bersempena dengan peristiwa politik itu disebut bahasa Indonesia. Lebih kurang tujuh belas tahun sesudah itu, bahasa Melayu. yang juga mendapat nama baru bahasa Indones... detail... » |
 | 06 desember 2008 13:39 Oleh Mahyudin Al Mudra, SH., MM. Para pendahulu setiap masyarakat di manapun selalu menanamkan nilai-nilai dan konsepsi-konsepsi yang kemudian diyakini sebagai blue-print yang menjadi penuntun dalam perjalanan hidupnya. Nilai dan konsepsi itu menjadi pedoman dalam tingkah laku. Tingkah laku setiap individu dan kelompok dan ekspresi-ekspresi ... detail... » |
 | 04 desember 2008 12:41 Oleh: Ninuk Kleden-Probonegoro Abstrak This article examines notions of identity in the context of Mamanda, a traditional theatre in Banjar South Kalimantan. The author analyses Mamanda as a cultural symbol and describes the formulation of its identity using a semiotic approach whereby identity is conceived as a part of a binary composition fluc... detail... » |
 | 29 november 2008 13:23 Oleh: Jelani Harun Abstrak Undang-undang adat Melayu telah wujud sejak zaman silam dan diwarisi secara lisan dari satu generasi ke satu generasi. Dalam perubahan berikutnya, undang-undang tersebut telah ditulis dan menjadi peraturan yang perlu dipatuhi. Pentingnya undang-undang adat tergambar melalui sejumlah besar manuskrip yang telah di... detail... » |
 | 25 november 2008 09:33 Oleh: Shaifuddin BahrumAbstrak The unity and diversity (Bhineka Tunggal lka) has been negotiated in communities. The slogan has been responsible for the marginalisation of the diverse local expressions such as To Lotang in the area of south Celebes such as Amparita, Otting, and Bacukiki. The devotees of To Lotang have experienced various oppres... detail... » |
|