Sabtu, 25 April 2026   |   Ahad, 8 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 268
Hari ini : 8.940
Kemarin : 18.047
Minggu kemarin : 7.342.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



02 april 2015 07:07

Jelajah Negara dengan Berpantun

Judul Buku
:
Tersemai Kasih dalam perjalanan
Penulis
:

Noriah Mohamed

Penerbit:
ATMA University Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia
Cetakan
:
Pertama, 2010
Tebal
:
98 halaman
 

Buku ini berisi tentang coretan perjalanan Noriah Mohamed ketika mengunjungi berbagai negara di antaranya Turki, Maroko, dan Iran. Berisi pandangan, rasa, dan keluhan ketika berinteraksi dengan orang-orang dalam berbagai macam keadaan. Pengalaman yang berbeda-beda pada setiap negara yang dikunjungi, berlainan watak dan memiliki kesan tersendiri meskipun satu agama juga tertuang di buku ini. Keseluruhan bagian buku ini mulai dari kata pengantar hingga bagian-bagian pada isinya dibuat dalam bentuk pantun. Buku ini terbagi atas beberapa bagian yaitu prakata/kata pengantar, semanis madu di Turki, masam-masam manis di Morocco, menghimbau kenangan di Iran dan indeks. Pembagian pada buku ini dimaksudkan agar setiap catatan perjalanan dari setiap negara tersusun dan tidak bercampur aduk. Dengan demikian mudah diketahui setiap kejadian dari setiap negara secara berurutan dari awal hingga akhir perjalanan.

Tidak hanya menceritakan keindahan dan keajaiban negara yang dikunjunginnya, setiap tempat wisata hingga hotel tempat menginap juga tak luput dari perhatian penulis buku ini. Bahkan, Noriah tak sungkan menyelipkan kesan yang berkonotasi negatif. Misalnya, pada negara Turki yang mayoritas muslim namun ketika bulan Ramadhan banyak dijumpai orang-orang yang tidak berpuasa, ia merasa masygul. Bahwa penganut agama Islam di negara ini mencapai 98 persen, menurut Noriah, hanyalah slogan belaka. Seluruh bangunan penuh khazanah / Tinggalan Kamal yang cuba merubah / Islam dikikis Barat dimegah / Agama hanya label sebagai arah, 98 peratus beragama islam / Islam sebenar hanya selogan / Berpuasa tidak makan tak segan / Inilah dia satu gambaran.(h.15).

Sementara itu,  salah satu hal positif yang dituliskan ialah kekagumannya terhadap satu tempat yang dikunjunginya masih berbaur antara umat Islam dengan Yahudi di Maroko. Sebelumnya ke kawasan penempatan / Yahudi Morocco tempat tinggalan / Masih wujud hidup berjiran / Dengan Muslim tetap aman.(h.45). Noriah juga memasukkan hal-hal yang dirasa sebagai penghibur diri seperti sedang asiknya berfoto bersama rombongan. Tower condong menarik perhatian / Bergambar kami pelbagai ragam / Ada diam dan tersenyum panjang / Masing-masing melepas geram.(h.71).

Buku yang memiliki 98 halaman ini sangat menarik dibaca terutama bagi kalangan yang berminat dan serius dalam pembuatan pantun, karena bisa menjadi sebuah pembelajaran dan teladan bagi penulisan pengalaman hidup atau perjalanan ke berbagai tempat yang inspiratif dalam bentuk pantun. Walaupun buku ini ditulis berupa bait-bait pantun, tetapi tidak membuat pembaca kesulitan dalam memahaminya, karena pantun yang tertuang di dalam buku ini bukanlah pantun berat, seperti pantun-pantun Melayu pada umumnya yang menggunakan istilah dalam bahasa Melayu tinggi. Pantun yang tertuang di dalam buku ini merupakan pantun sederhana dari kalimat atau kata sehari-hari yang kerap diucapkan dan didengar.

Tidak hanya pantun, buku ini juga menyertakan foto-foto menarik yang bercerita banyak kepada pembaca tentang kondisi obyek lawatan di berbagai negara. Noriah telah menyajikan nuansa lain dalam pemaparan sebagian pengalaman hidupnya dengan mengajak pembaca melihat dan memahami budaya di sebuah negara melalui gambar dan pantun. (Oki Supriyadi/Res/01/04-2015)
Dibaca : 2.025 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi