Selasa, 28 April 2026   |   Arbia', 11 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.965
Kemarin : 25.766
Minggu kemarin : 7.342.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



22 april 2015 07:07

Menjumput ‘Artefak’ Budaya dalam Khazanah Sunda Kuna

Judul Buku
:
Keanekaragaman Budaya Sunda Buhun
Penulis
:
Elis Suryani NS
Penerbit:
Alqaprint dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya
Cetakan
:
Pertama, 2007
Tebal
:

xxiv + 300 hlm.

Ukuran
:
24 x 16 cm. 

Kebudayaan nasional yang beragam di Indonesia ini patut dijaga bersama. Hal itu dapat melalui berbagai cara, seperti yang dilakukan oleh Elis Suryani melalui buku Keanekaragaman Budaya Sunda Buhun ini. Dalam buku ini ia menginventarisasi dan menjelaskan sumber-sumber yang menjadi bahan dalam menggali dan mengkaji budaya Sunda buhun (dari bahasa Sunda artinya kuna). Kebudayaan Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang memiliki jumlah pendukung kebudayaan yang cukup besar di wilayah barat pulau Jawa. Namun, masih sedikit penggalian dan pengkajian mengenai kebudayaan ini. Apabila terus dibiarkan terlantar budaya Sunda dan budaya lainnya di Indonesia akan tenggelam di tengah perkembangan zaman.

Buku ini memuat pokok-pokok penting dalam mengenal dan memahami budaya Sunda kuna. Aksara Sunda, prasasti, dan kekayaan naskah dari zaman Sunda kuna adalah bagian dari pokok-pokok penting tersebut. Upaya Elis Suryani ini tepat dalam mengangkat kekhasan dari warisan budaya lama itu, karena peninggalan-peninggalan dari masa Sunda kuna tersebut dapat menjadi kekuatan dan acuan bagi masyarakat Sunda khususnya, untuk menemukan dan mengenal kembali unsur-unsur budaya yang lama hilang. Padahal nilai-nilai budaya yang terkandung dalam prasasti dan naskah lama dapat bermanfaat untuk memperkaya kebudayaan Sunda apabila diolah dan dikembangkan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat Sunda kini. Kebudayaan Sunda pada masa lampau, keberadaanya sudah tidak dikenali, tidak diketahui, dan tidak dipahami oleh masyarakat Sunda pada umumnya. Berangkat dari kondisi tersebut, Elis menulis buku ini dengan harapan dapat menjadi pengantar guna mengenalkan dan memahami kekayaan budaya yang pernah dimiliki oleh leluhur masyarakat Sunda.

Mungkin masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan aksara Sunda, artefak budaya orang Sunda masa lalu. Dalam buku ini, dijelaskan dengan singkat sejarah aksara Sunda, bentuk aksara, dan tata cara menulis aksara Sunda. Selain memberi wawasan mengenai aksara Sunda, pembaca pun diajak untuk belajar bagaimana menulis aksara Sunda yang benar. Sangat menarik bagi kalangan pelajar atau masyarakat umum yang ingin mempelajari aksara Sunda karena dapat berlatih menulis langsung.

Tidak hanya itu, buku ini juga memaparkan khazanah prasasti dan naskah-naskah Sunda kuna yang banyak memberikan wawasan kita akan kebudayaan yang pernah ada. Contohnya prasasti Ciaruteun dan prasasti Tugu merupakan prarasti yang memberi bukti sejarah kebudayaan Sunda kuna pada masa kerajaan Tarumanagara. Tidak hanya sampai prasasti saja, naskah Sunda pun turut dibahas. misalnya, naskah yang berjudul Sanghyang Siksakandang Karesian, Carita Parahyangan, dan Amanat Galunggung yang menjadi obyek penelitian naskah Sunda pada awalnya.

Pada akhir bab, buku ini dilengkapi glosarium yang memuat istilah-istilah pada masa Sunda kuna, sangat bermanfaat untuk memberikan pemahaman lebih pada bahasa Sunda kuna. Buku ini sangat tepat bagi mereka yang ingin mendalami dan mengkaji kebudayaan Sunda baik itu kontemporer atau kuna karena kita dapat melihat keterkaitan dan perubahan dalam sejarah kebudayaan Sunda (Adwi/Res/07/21/04-2015).

Dibaca : 1.304 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi