27 april 2015 07:07
Angin Si Pauh Janggi: Kenangan Mak Yong Khatijah Awang
Judul Buku
| : | Angin Si Pauh Janggi: Kenangan Mak Yong Khatijah Awang |
Penulis
| : | Siti Zainon Ismail |
| Penerbit | :
| Soka Gakkai Malaysia |
Cetakan
| :
| Pertama, 2008 |
Tebal
| :
| 80 Halaman |
Ukuran
| :
| 18,5 X 23cm. |
Buku ini merupakan katalog seni rupa dapat juga disebut katalog pameran lukisan karya-karya dari Siti Zainon Ismail. Dijelaskan juga mengapa Angin Si Pauh Janggi: Kenangan Mak Yong Khatijah Awang di pilih untuk pameran kali ini.
Siti Zainon Ismail sedikit menjelaskan bahwa ide dari mengangkat Kesenian Mak Yong ialah ketika ia membuat biografi Kak Jah atau Khatijah Awang. Khatijah Awang merupakan seorang seniwati kesenian Mak Yong yang tetap menjaga kesenian tersebut agar dapat bertahan dari kepunahan.
Dalam penulisan itu Kak Jah meninggal. Hal itu membuat Zainon sempat kehilangan semangat. Ketika penulisan tentang Kak Jah telah selesai. Munculah ide sebagai persembahan untuk Kak Jah yang harus diketahui dan dikenang masyarakat. Salah satunya tentang almarhumah dan ilmu pengetahuan yang harus dikembangkan. Walaupun ada yang mengatakan ilmu itu aneh, ilmu itu hiburan, namun menurut Zainon terdapat nilai-nilai estetikanya.
Adapun jumlah lukisan yang dipamerkan pada pameran tersebut sebanyak 30 lukisan. Terdapat juga sketsa kajian Mak Yong dan boneka yang berbusana Melayu Patani lengkap dengan perhiasan Mak Yong-nya.
Karya-karya yang dipamerkan tersebut yakni Zikir Beringin, Kenangan Mak Yong I, Kenangan Mak Yong II (Zikir Primadona), Kenangan Mak Yong III, Kenangan Mak Yong IV, Kenangan Mak Yong V, Kenangan Mak Yong VI, Kenangan Mak Yong VII (Gelanggang Awal), Kenangan Mak Yong VIII, Kenangan Mak Yong IX (peran), Cahaya itu Maya, Salammun, Rumah Kita Rawa-rawa, Hikayat Beringin Tenggarong, Hujan Mas Pauh Janggi, Rimba Pauh Janggi, Malam Emas Buki Seguntang, Kembang Malam Si Pauh Janggi, Wasiat PakMa Kembang Berdentum, Dua Belas Angin Si Pauh Janggi, Warkah Gua Musang, Warkah Rawa-rawa, Selamat Tinggal Awan Selamat Tinggal Bulan, Jentayu Kesumba, Senduduk Berbunga Lagi, Malam Bunga Nilam, Bunga Kolam Banjaran, Tepi Laut Rhu Muda, dan Alas Belantara, Jentanyu Terbang Ke awan Biru. (OS Koto/Res/12/04-2015)
Dibaca : 1.289 kali.