Senin, 29 Juni 2026   |   Tsulasa', 13 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 7.465
Kemarin : 33.607
Minggu kemarin : 218.136
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



23 mei 2015 07:07

Unsur Alam dalam Puisi Melayu Modern

Judul Buku
:
Unsur Alam dalam Puisi Melayu Modern
Penulis
:
Zurinah hassan
Penerbit:
University Kebangsaan Malaysia
Cetakan
:
Pertama, 2010
Tebal
:

VI + 155 Halaman

Ukuran
:
15 x 23 cm.

Buku ini awalnya merupakan tesis yang dikemukakan untuk mendapatkan gelar doktor filsafat di Akademi Pengajian Melayu, University Malaya pada tahun 2008. Judul dari tesis tersebut adalah: Puisi Melayu Modern: Kajian Teori Pengkaidahan Melayu. Teori kaidah Melayu ialah teori asli yang dikemukakan oleh Prof. Hasim Awang yaitu alam dan agama Islam adalah terasa atau beranda depan dalam menciptakan Kesusastraan Melayu.

Tesis ini melibatkan kajian terhadap penggunaan unsur alam di dalam puisi Melayu dan pengaruh agama Islam dalam karya-karya yang dipilih. Zurinah meneliti dan menganalisa kata-kata yang merupakan objek alam yang banyak terdapat di dalam puisi modern terutama penggunaan metafora, simili dan personifikasi.

Zurinah juga membatasi penelitian hanya kepada penyair-penyair Malaysia yang dipublikasikan di berbagai terbitan dalam tempo waktu 40 tahun, dari tahun 1960 sampai dengan tahun 1999. Dipilihnya tahun 1960 karena dianggap tahun tersebut puisi modern telah mencapai kematangan dari aspek penggunaan gaya bahasa, simbol-simbol dan sebagainya. Selain itu pada waktu tersebut, jumlah penyair di Malaysia mulai ramai.

Zuriah juga menggunakan antologi puisi bersama dalam penelitiannya. Di antaranya Bintang Mengerdip (Penyelenggara: Dharmawijaya), Puisi Sepanjang Zaman dan Lagu Kehidupan (Kamaruzzaman A. Kadir), Bahasa Alam (Maarof Saad), Di Penjuru Matamu (Awang Had Salleh dkk.), dan Lukisan Zaman (Rahman Shaari).

Selain itu terdapat juga antologi perseorangan penyair seperti Muhammad Haji Salleh, Baha Zain, Latiff Mohidin, dan lain-lain. Zuriah juga melakukan penelitian terhadap penerbit-penerbit lain yang dianggap memiliki kompetensi dalam mempublikasikan puisi-puisi termasuk juga majalah Dewan Sastra yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur.

Puisi-pusi dan sajak-sajak tersebut dibaca dan dipisahkan sesuai kategori. Bagi puisi dan sajak yang memiliki unsur alam akan dibagi lagi sesuai kategori yang terdiri dari empat unsur yaitu tumbuh-tumbuhan, hewan, laut dan waktu. Dan sajak yang paling menonjol nantinya akan digunakan Zuriah dalam penelitiannya.

Alam merupakan hal yang sangat penting dalam penciptaan karya puisi Melayu. Proses kreatif penyair-penyair Melayu telah melalui proses interaksi, interpretasi dan integrasi dangan alam. Interaksi dimaksudkan penyair telah berkomunikasi, berbicara dan melakukan hubungan interaktif dengan alam.

Buku ini juga memperlihatkan bagaimana unsur alam nyata telah menyatu dalam bahasa kiasan, dan diumpamakan berisi pengajaran yang bermanfaat bagi umat manusia selaras dan sesuai dengan ajaran Islam. (OS Koto/Res/17/05-2015)

Dibaca : 1.241 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi