25 mei 2015 07:07
Kamus Dwibahasa: Banjar-Melayu, Melayu-Banjar
Judul Buku
| : | Kamus Dwibahasa: Banjar-Melayu, Melayu-Banjar |
Penulis
| : | Zainal Abidin Sulaiman |
| Penerbit | :
| Pertubuhan Banjar Malaysia |
Cetakan
| :
| Pertama, 2013 |
Tebal
| :
| iii + 111 Halaman |
Ukuran
| :
| 15 X 21 cm. |
Bahasa banjar yang dimuat dalam buku ini merupakan bahasa yang dituturkan oleh orang-orang banjar di Malaysia. Kedatangan orang-orang banjar pada abad ke 19 hingga 20 membuat jumlah orang Banjar semakin banyak di Malaysia. Tidak hanya membawa bahasa, mereka juga membawa budaya serta adat istiadat Banjar yang kemudian berasimilasi dengan budaya setempat. Bahasa Banjar juga tergolong kedalam bahasa Austronesia. Di kalimantan selatan bahasa banjar terbagi menjadi dua dialek besar yaitu bahasa Banjar Kuala yang pada umumnya dituturkan di kawasan Banjarmasin, Martapura dan Pelaihari. Bahasa Banjar Hulu yang dituturkan di kawasan hulu sungai seperti Tapin, Tabalong, hulu sungai selatan, hulu sungai Tengah, hulu sungai Utara. Bahasa Banjar mangalami perubahan dengan penyerapan dan penyesuaian dengan bahasa Melayu setempat yang akhirnya membuat kalangan muda Banjar di Malaysia tidak lagi dapat berbahasa Banjar ataupun mengenal budaya Banjar yang merupakan budaya asli leluhur mereka. Kamus Dwibahasa Melayu-banjar, Banjar-Melayu ini disusun dengan tujuan supaya kalangan muda Banjar Malaysia dapat memahami dan mempelajari budaya Banjar, salah satunya bahasa Banjar. Buku ini juga diterbitkan atas ide atau prakarsa dari persatuan keluarga Banjar Malaysia atau di Malaysia dikenal dengan sebutan Pertubuhan Banjar Malaysia.
Dengan demikian setiap kata yang terdapat pada kamus ini merupakan bahasa sehari-hari orang banjar. Selain itu penambahan kalimat dilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku yang menggunakan bahasa Banjar serta pada Buletin Online ‘Ayuhak Bapander’.
Penulis Zainal Abidin Sulaiman pada kamus ini juga menjelaskan mengenai tata bahasa Banjar yang tidak jauh berbeda dengan bahasa Melayu pada umumnya. Kata dasar dapat dikembangkan dengan menambahkan imbuhan awalan maupun akhiran, terdapat pula kata ganda atau kata yang diulang-ulang penyebutannya. Ejaan yang digunakan juga tidak jauh berbeda dengan ejaan di Malaysia.
Untuk memudahkan pembaca dalam membaca atau mempelajari bahasa Banjar setiap kata dalam kamus ini disusun berdasarkan abjad yang benar. Salah satunya penandaan abjad dari ‘A’ sampai ‘Z’ secara berurutan. (OS Koto/Res/19/04-2015)
Dibaca : 1.120 kali.