Kamis, 3 September 2026   |   Jum'ah, 20 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 5.336
Kemarin : 25.579
Minggu kemarin : 32.264.566
Bulan kemarin : 43.463.948
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



25 mei 2015 07:07

Kamus Dwibahasa: Banjar-Melayu, Melayu-Banjar


Judul Buku
:
Kamus Dwibahasa:  Banjar-Melayu, Melayu-Banjar
Penulis
:
Zainal Abidin Sulaiman
Penerbit:
Pertubuhan Banjar Malaysia
Cetakan
:
Pertama, 2013
Tebal
:

iii + 111 Halaman

Ukuran
:
15 X 21 cm.
Bahasa banjar yang dimuat dalam buku ini merupakan bahasa yang dituturkan oleh orang-orang banjar di Malaysia. Kedatangan orang-orang banjar pada abad ke 19 hingga 20 membuat jumlah orang Banjar semakin banyak di Malaysia.  Tidak hanya membawa bahasa, mereka juga membawa budaya serta adat istiadat Banjar yang kemudian berasimilasi dengan budaya setempat. Bahasa Banjar juga tergolong kedalam bahasa Austronesia. Di kalimantan selatan bahasa banjar terbagi menjadi dua dialek besar yaitu bahasa Banjar Kuala yang pada umumnya dituturkan di kawasan Banjarmasin, Martapura dan Pelaihari. Bahasa Banjar Hulu yang dituturkan di kawasan hulu sungai seperti Tapin, Tabalong, hulu sungai selatan, hulu sungai Tengah, hulu sungai Utara. Bahasa Banjar mangalami perubahan  dengan penyerapan dan penyesuaian dengan bahasa Melayu setempat yang akhirnya membuat kalangan muda Banjar di Malaysia tidak lagi dapat berbahasa Banjar ataupun mengenal budaya Banjar yang merupakan budaya asli leluhur mereka.

Kamus Dwibahasa Melayu-banjar, Banjar-Melayu ini disusun dengan  tujuan supaya kalangan muda Banjar Malaysia dapat memahami dan mempelajari budaya Banjar, salah satunya bahasa Banjar. Buku ini juga diterbitkan atas ide atau prakarsa dari persatuan keluarga Banjar Malaysia atau di Malaysia dikenal dengan sebutan Pertubuhan Banjar Malaysia.

Dengan demikian setiap kata yang terdapat pada kamus ini merupakan bahasa sehari-hari orang banjar. Selain itu  penambahan kalimat dilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku yang menggunakan bahasa Banjar serta pada Buletin Online ‘Ayuhak Bapander’.

Penulis Zainal Abidin Sulaiman pada kamus ini juga menjelaskan mengenai tata bahasa Banjar yang tidak jauh berbeda dengan bahasa Melayu pada umumnya. Kata dasar dapat dikembangkan dengan menambahkan imbuhan awalan maupun akhiran, terdapat pula kata ganda atau kata yang diulang-ulang penyebutannya. Ejaan yang digunakan juga tidak jauh berbeda dengan ejaan di Malaysia.

Untuk memudahkan pembaca dalam membaca atau mempelajari bahasa Banjar setiap kata dalam kamus ini disusun berdasarkan abjad yang benar. Salah satunya penandaan abjad dari ‘A’ sampai ‘Z’ secara berurutan. (OS Koto/Res/19/04-2015)

Dibaca : 1.120 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi