Senin, 29 Juni 2026   |   Tsulasa', 13 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 7.231
Kemarin : 33.607
Minggu kemarin : 218.136
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



29 mei 2015 07:07

Bahasa dan Alam Pemikiran Melayu


Judul Buku
:
Bahasa dan Alam Pemikiran Melayu
Penulis
:
Prof. Dr. Asmah Haji Omar
Penerbit:
Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pendidikan Malaysia
Cetakan
:
Kedua, 1986
Tebal
:

xii + 214 Halaman

Ukuran
:
14,5 cm x  20,5 cm.

Membahas tentang bahasa pikiran ialah sesuatu yang menarik,  bukan hanya bagi para pakar dan ahli linguistik serta psikologi, tetapi menarik juga bagi masyarakat umum. Walaupun hal ini telah banyak diteliti atau disampaikan oleh para pakar dan ahli dari negara lain, namun dalam buku ini Dato’ Prof. Dr. Asmah Haji Omar membahas mengenai sesuatu yang belum pernah dibuatnya yaitu Bahasa Melayu dan alam pikir penuturnya.

Buku ini dibuat bertujuan untuk mengeluarkan teori yang baru. Selain itu juga mencoba menerka atau menduga alam pemikiran Melayu dan pengalaman-pengalaman orang Melayu yang tergambarkan dari bahasanya. Penelitian ini di lakukan dengan cara meneliti atau menyelidiki bahasa anak-anak sebagai bahasa pertama dan kemudian bahasa orang-orang dewasa.

Pada penelitiannya Asmah Haji Omar menemukan perbedaan-perbedaan khususnya dalam penguasaan sistem bahasa. Sesuai perubahan zaman, meningkatnya usia maka bahasa-bahasa yang digunakan juga kemudian berbeda. Ia juga memilih tema-tema tertentu yang dapat digunakan untuk mengungkap cara pemikiran orang-orang Melayu dalam aspek-aspek tertentu, misalnya pemikiran orang Melayu dalam perhitungan, konsep ruang dan waktu, cara menyampaikan arahan dalam bahasa tulisan.

Asmah Haji Omar melihat, bahasa anak-anak maupun bahasa orang dewasa, memiliki gejala-gejala yang berlaku dari sudut pandang kerelatifan bahasa. Gejala tersebut menyatakan bahwa bahasa adalah teropong untuk mengenal alam sekeliling. Perbedaan dari bahasa satu ke bahasa lainnya, menyebabkan penglihatan terhadap diri menjadi berbeda-berbeda pula. Walaupun sejak lahir manusia telah dapat melihat dan berpersepsi mengenai sesuatu yang dilihatnya, namun setiap persepsi dan sudut pandang seseorang tentulah berbeda dikarenakan alam pikir yang berbeda-beda antara masing-masing individu, baik yang masih berusia anak-anak maupun orang-orang dewasa. (OS Koto/Res/22/05-2015)

Dibaca : 1.052 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi