13 juni 2015 07:07
Jati Diri dan Psikis Melayu
Judul Buku
| : | Jati Diri dan Psikis Melayu |
Penulis
| : | Ahmad Mohammad Said |
| Penerbit | :
| Dewan Pustaka dan Bahasa Brunei |
Cetakan
| :
| Pertama, 2009 |
Tebal
| :
| xii + 212 Halaman |
Ukuran
| :
| 15,5 cm. x 22,5 cm. |
Watak dan jati diri Melayu telah terbentuk melalui proses yang cukup panjang dan berlangsung secara bertahap. Namun jati Melayu kini yang paling menonjol ialah proses Islamisasi yang akhirnya mendefinisikan Melayu itu sendiri. Selanjutnya proses pengentalan watak Melayu dengan nilai-nilai keislaman itu terganggu dengan masuknya pihak Brat abad ke 16 M. Perkembangan tersebut telah mengikis tumpuan kekuatan umat Melayu.
Buku ini ditulis sebagai upaya Ahmad Mohammad Said mengemukakan sebab-sebab kemunculan masyarakat Melayu yang terbenam dari ranah sejarah. Melalui analisis sejarahnya serta penerapan kerangka pedagogy of the oppressed, beliau berusaha merangkai satu persatu penyebab pembentukan psikis Melayu dengan segala anggapan yang negatif seperti “Melayu Malas”, Melayu mudah lupa”, dan lain sebagainya.
Walau kenyataan itu pahit, namun demikianlah realitas sejarah. Proses pembodohan dan penindasan yang berlangsung sekian lama baik melalui pendidikan maupun politik, pada akhirnya menyumbang pembentukan jati diri dan psikis Melayu.
Buku ini juga sedikit menjelaskan prihal sejarah Melayu dan sistem feodal Melayu. Pembahasan yang menjadi fokus dalam buku ini ialah pembahasan mengenai Jati Diri Melayu dan Psikis Melayu yang juga menjadi judul dari buku ini. Pembentukan jati diri dan psikis orang Melayu, tentunya sangat diperlukan untuk diketahui jika ingin mempelajari lebih dalam dan mengerti mengenai karakter orang Melayu. Untuk dapat merubah paradigma yang ada selama ini, satu-satunya cara yang harus dilakukan oleh orang Melayu ialah mencoba keluar dari perangkap yang selama ini menjerat.
Dengan adanya buku ini Ahmad Mohammad Said berharap pandangan sempit dalam menerjemahkan jati diri dan watak Melayu menjadi luas dikarenakan segala aspek yang menjadikan jati diri tersebut terbentuk sedemikian rupa. (OS Koto/Res/31/06-2015)
Dibaca : 863 kali.