18 juni 2015 07:07
Tekstil Tenunan Melayu; Keindahan Budaya Tradisional Nusantara
Judul Buku
| : | Tekstil Tenunan Melayu; Keindahan Budaya Tradisional Nusantara |
Penulis
| : | Siti Zainon Ismail |
| Penerbit | :
| Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia |
Cetakan
| :
| Pertama, 1994 |
Tebal
| :
| xviii + 106 Halaman |
Ukuran
| :
| 25 cm x 26 cm. |
Sejak berabad-abad yang lalu,tekstil telah menjadi kajian etnografi yang menarik dikalangan pengkaji dari barat. Pengumpulan dan penelitian telah berlangsung lama dengan tujuan untuk menjaga agar jenis-jenis dan keberagam tekstil tersebut masih dapat dilihat hingga kini. Melalui perkembangan sejarah dan budaya, penciptaan tekstil turut berkembang sesuai dengan perkembangan suatu kelompok manusia.
Buku ini disusun bertujuan untuk melengkapi atau menambah pengetahuan mengenai dunia tekstil di Nusantara yang sebelumnya hanya dilakukan oleh peneliti asing. Selain itu buku ini ditulis juga untuk mengungkap jenis-jenis tekstil, khususnya kain tenunan di alam Melayu Nusantara.
Pengertian Alam Melayu di sini tidak dibatasi oleh wilayah politik yang ada pada saat ini. Melainkan berdasarkan kaidah antropologi budaya dan memadankannya dengan teks sastra dan etnografi.
Siti Zainon Ismail dalam buku ini mencoba menyatukannya sebagian wilayah budaya tekstil (culture area) melalui ciri-ciri persamaan bentuk dan bahan yang digunakan. Adanya persamaan tersebut, dianggap sebagai kriteria kelompok unsur yang sama.
Melalui perkembangan tekstil, kita akan dapat melihat persamaan jenis tekstil khususnya dari sudut istilah misalnya kain Bugis yang disebut di semua wilayah budaya tekstil. Tenunan kapas yang dikenal sejak zaman dongson.
Buku ini dibagi ke dalam beberapa kelompok. Pada kelompok pertama atau bab I, memperkenalkan tekstil secara umum dan wilayah budaya tekstil. Pada bab II menjelaskan tentang jenis-jenis tekstil berdasarkan bahan, teknologi, jenis dan klasifikasi. Bagian ini banyak merujuk kepada teks sastra dan bahan etnografis yang dikumpulkan.
Sedangkan pada bab III menjelaskan tentang etnografi yang sama dengan proses evolusi dan difusi kebudayaan. Dan pada bab IV menjelaskan fungsi dan keindahan tekstil. Tekstil dan pakaian merupakan dua unsur yang tak dapat dipisahkan. Hal ini menandakan bahwa alam Melayu mempunyai kesatuan keindahan melalui bahan tekstil sebagai aspek budaya benda. (OS Koto/Res/28/06-2015)
Dibaca : 1.071 kali.