14 agustus 2015 07:07
Rampak Serantau
Judul Buku
| : | Rampak Serantau |
Penulis
| : | Prof. Dr. Muhammad Yahya dkk |
| Penerbit | :
| Dewan Bahasa Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia |
Cetakan
| :
| Pertama, 1995 |
Tebal
| :
| viii + 172 Halaman |
Ukuran
| :
| 14 cm x 21,5 cm. |
Buku ini merupakan kumpulan artikel dari para penulis Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia- Malaysia (Mabbim) hasil dari sidang Mabim ke-34 dan merupakan buku kedua dari buku yang di terbitkan. 17 karya tulis di dalamnya merupakan artikel dari para penulis Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Sebuah upaya mempersatukan bangsa serumpun melalui bahasa.
Artikel yang termuat dalam buku ini sangat variatif, tetapi lebih banyak membahas tentang bahasa, disusul tema-tema ekonomi, teknologi, lingkungan alam dan hayati, narkotika, seni, dan ilmu pasti. Bahkan pergumulan dunia filsafat dalam ranah realitas sosial pun turut dibahas, dan lain-lain. Sedangkan deretan penulis dari tiga negara bersaudara ini yang termaktub di antaranya adalah Md. Zyadi Md. Tahir, Halimah Haji Ahmad, Puteri Roslina Abdul Wahid, Ny. L.K. Somadikarta, Eko B. Walujo, A. Sudiarja, Soerjadi Wirjohamidjojo, H. Darmawan Harsokoesoemo, dan lain-lain. Penulis dari Brunei antara lain Serudin bin Datu Setiawan Haji Tinggal, Intan Hj. Mohd. Kassim, dan Fuziah Haji Hamdan.
Seperti pada umumnya buku kumpulan artikel, tipikal ini muatan temanya terlalu beragam karena dari awal memang tidak diniatkan dikonstruksi menjadi sebuah buku yang fokus pada satu masalah. Terkesan hanya sebagai dokumentasi seminar atau diskusi. Akan tetapi karena adanya ide-ide yang sangat bermanfaat dan dilahirkan dari tangan-tangan terbaik di bidangnya di tiga negara, serta penting untuk diketahui bagi pengembangan dunia ilmu, sekalipun tidak terlalu detail, maka buku ini cukup patut dipertimbangkan sebagai bahan bacaan dan menjadi acuan pembaca dalam mengeksplorasi tema yang berkaitan.
Lebih dari itu, sekali lagi, faktor hubungan antar tiga negara dan upaya ‘harmonisasi’ bahasa Indonesia–Melayu menjadi alasan signifikan untuk dikedepankan dalam penerbitan buku ini. Sekalipun tetap ada perbedaan di antara mereka dalam aktivitas berbahasa, upaya saling mendekatkan diri agar saling memahami patut mendapatkan apresiasi. (OS Koto/Res/47/08-2015)
Editor: Agus Najib Afwan
Dibaca : 924 kali.