Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 807
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



24 agustus 2015 07:07

Pasombahan Carano, Meniti Kehidupan Adat Melayu

 
Judul Buku
:
Pasombahan Carano
Penulis
:
Dasri Al Mubary
Penerbit:
Dinas Kebudayaan, Kesenian dan Pariwisata Provinsi Riau 
Cetakan
:
Pertama, 2004
Tebal
:
xii + 240 Halaman
Ukuran
:
14,5 cm x  21 cm.

Kekayaan Indonesia dalam hal bahasa memang tak diragukan lagi. Hal ini terjadi karena bangsa Indonesia terdiri dari ribuan suku yang mendiami berbagai pulau dan selat yang menyebar di wilayah Indonesia yang sangat luas. Setiap suku memiliki bahasa mereka sendiri yang terus lestari, selain bahasa resmi negara Bahasa Indonesia. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan kebutuhan penting bagi penggunanya untuk saling memahami, tidak saja untuk kalangan internal suatu suku tetapi juga antar suku, antar pulau, dan antar bangsa.

Kehadiran buku Pasombahan Carano adalah sebuah keniscayaan dari kebutuhan komunikasi yang berlangsung di tengah masyarakat Kampar. Buku ini tidak saja memperlihatkan kekayaan bahasa, akan tetapi kekayaan sekaligus kekhasan budaya Melayu, karena menyuguhkan berbagai ungkapan adat yang dilengkapi dengan uraian kata demi kata berwujud kamus dwi bahasa Kampar - Indonesia. Disusun dengan sederhana dalam upaya mempermudah mempelajari bahasa Melayu Kampar.

Dialek khas Kampar yang merupakan salah satu dialek Melayu yang ada di Riau sangat kental dalam buku ini. Ungkapan maupun istilah yang dijadikan bahan rujukan untuk pembuatan kamus ini adalah ungkapan lama yang tedapat dalam upacara adat tradisional Kampar. Dari berbagai ungkapan inilah kita bisa menjiwai suatu adat kebiasaan sebuah bangsa. Bagi orang luar wilayah Kampar hal ini pun penting untuk pengetahuan, apalagi bagi pendatang di negeri Melayu. Ibarat pribahasa, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

Dalam buku ini juga menjelaskan tata cara pernikahan tradisional di Kampar dengan teks bahasa Melayu Kampar, tata cara dan adat kebiasaan hidup disertai upacara yang biasa berlangsung di tengah masyarakat pada umumnya, dan dimuat pula lagu tradisional Kampar, nyanyian andoi. Sayangnya, tidak semua ungkapan dan tata upacara yang disebut dalam buku ini disertai bahasa Indonesia dengan sempurna. Hal ini menjadi halangan serius bagi orang luar kawasan ini yang tidak memahami bahasa setempat dan berminat untuk mengetahui atau mempelajari.

Bagian terakhir buku ini berisi kamus dwi bahasa yang disusun berdasar abjad dan disertai dengan cara membacanya.

Buku ini telah memberikan informasi tentang sebagian budaya Melayu yang tersusun dari ungkapan dan istilah dalam berbagai persembahan acara tradisional masyarakat Kampar. Sebuah Upaya pelestarian yang baik, tetapi masih perlu penyempurnaan. (OS Koto/Res/54/08-2015)

Editor: Agus Najib Afwan

Dibaca : 1.102 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi