Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 813
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



27 agustus 2015 07:07

Budaya Populer dalam Dunia Panggung Melayu Modern

Judul Buku
:
Budaya Populer dalam Masyarakat Melayu Bandaran
Penulis
:
Wan Abdul Kadir
Penerbit:
Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia
Cetakan
:
Pertama, 1988
Tebal
:
vii + 276 Halaman
Ukuran
:
14 cm x  21,5 cm.

Perkembangan budaya populer tidak bisa dilepaskan dari arus deras globalisasi yang menerjang berbagai sisi kehidupan manusia. Kecanggihan teknologi dan maraknya dunia industri berperan besar memuluskan budaya itu. Setiap hari, di depan mata kita selalu ditayangkan berbagai gaya dan pola hidup manusia seantero jagat, produk-produk yang serba memanjakan, memudahkan, dan menyenangkan, serta kebiasaan hidup yang digemari banyak orang, sekalipun seringkali harus berhadapan dengan nilai-nilai tradisi dan etika sosial.

Buku ini membahas pengaruh budaya populer terhadap kehidupan masyarakat Melayu pada umumnya. Pengaruh budaya populer tersebut kerap nampak di kawasan perkotaan yang sering berinteraksi langsung dengan budaya asing atau barat sehingga budaya lokal mengalami pergeseran. Dalam kehidupan sosial misalnya, kesopanan dianggap tidak lagi penting karena memperlihatkan gaya hidup yang ribet, cara berpakaian dalam tradisi yang sudang terbangun sejak lama dan menjadi ukuran marwah seseorang dianggap penghalang kemajuan. Di sisi lain, dinamika kehidupan memang harus berkembang sehingga budaya masyarakat tidak stagnan, berhenti dalam ruang kenyamanan yang diciptakannya sendiri. Persoalannya adalah siapkah kita menempatkan budaya populer sebagai mata rantai perkembangan dari tradisi yang ada.

Wan Abdul Kadir mengahadirkan sebuah kajian dari hasil penelitiannya dalam ‘bilik kecil’ potret budaya Melayu modern dalam kancah budaya populer. Penelitiannya berkisar pada perkembangan budaya populer pada dunia panggung hiburan, karena baginya, budaya populer adalah budaya hiburan massa yang berada di tengah-tengah antara budaya adiluhung dan budaya rakyat (halaman 218). Dia mencoba menjelaskan mengenai perkembangan yang terjadi pada kebudayaan Melayu, khususnya dalam dunia seni, semisal  seni musik, tari, dan seni peran pada teater Melayu dan perfilman, serta perkembangan budaya populer melalui radio.

Budaya haruslah dinamis, karena mencerminkan perkembangan masyarakatnya. Budaya Melayu dalam sejarahnya juga telah banyak mengalami pergeseran, perubahan, dan perkembangan  melaui proses akulturasi dan asimilasi dengan berbagai budaya yang muncul dan berkembang kemudian. Bagi Wan Abdul Kadir, perubahan masyarakat dapat diteropong melalui perkembangan budaya dan seni yang menjadi obyek penelitiannya. Dan budaya populer telah menjadi bagian hidup masyarakat Melayu.

Perubahan budaya dan seni Melayu dalam konteks budaya populer ini dibuktikan oleh penulis melalui pemaparan sejarah perkembangan seni peran seperti teater Mak Yong, teater Bangsawan, drama komedi, dan sejenisnya. Diulas pula mengenai perkembanagn musik dan tarian, di antaranya musik tradisional Melayu; musik pengaruh dari India, Persia, dan Siam (Nobat, Menora, Mak Yong, dan Rodat); musik pengaruh dari Arab (Gambus, Kasidah, Ghazal, Zapin, dan Hadrah), Keroncong, dan masih banyak lagi. Pada bagian akhir, penulis menjelaskan mengenai film dan radio sebagai hiburan baru masyarakat Melayu.

Dengan pemaparan yang tidak sederhana, buku ini penting dijadikan sandaran pengetahuan dan kajian tentang perkembangan budaya dan seni hiburan Melayu modern. (OS Koto/Res/56/08-2015)

Editor: Agus Najib Afwan

Dibaca : 1.308 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi