Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.700
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



30 sepember 2015 07:07

Tata Sosial Budaya Jawa - Muang Thai, Beberapa Perbandingan



Judul Buku
:
Jawa-Thailand: Beberapa Perbandingan Sosial Budaya
Penulis
:
Dr. Niels Mulder
Penerbit:
Gadjah Mada University Press
Cetakan
:
Pertama, 1983
Tebal
:
X+149 Halaman
Ukuran
:
14,5 cm x  21 cm.

Buku ini merupakan terjemahan dari buku asli yang berjudul “Java – Thailand: A Comparative Perspective” yang ditulis oleh Dr. Niels Mulder dari Universitar Bielefeld Jerman. Penelitian ini berupaya membandingkan secara sosiologis kultural kehidupan masyarakat di Muang Thai, Thailand dan pulau Jawa, Indonesia. Kedua negara yang dipengaruhi oleh kebudayaan yang relatif sama yaitu India, memunculkan asumsi terdapat pula kesamaan dalam aspek sosial budaya di kedua negara tersebut.

Penelitian ini dilakukan oleh Mulder pada tahun 1959 dengan terlebih dahulu melihat latar belakang kebudayaan di Asia Tenggara yang dipengaruhi oleh kebudayaan India, khususnya di Thailand. Kemudian dilanjutkan berulang-ulang antara Indonesia dan Thailand. Untuk mencari sudut pandang yang seimbang, Mulder melakukan penelitian di Jawa pada penduduk yang hidup dalam konteks filsafat Jawa kuno, yang dekat dengan budhisme, yang biasa disebut “kejawen”.

Kehidupan masyarakat dilihat tidak hanya sebatas realitas sosial yang dihadapi sehari-hari tetapi juga memasuki dunia penulisan sastra yang memungkinkan peneliti mendapatkan gambaran utuh tentang sebuah tatanan masyarak dan perubahannya. Tetapi, sungguh disayangkan, pengarang-pengarang Jawa, misalnya, dalam novel-novel berbahasa Indonesia, tidak banyak yang menyentuh perspektif sosial. Mereka lebih sibuk dengan pengalaman pribadi orang perorang.

Terdiri dari 7 bab, tulisan ini berusaha memberi penjelasan detail tetang beragam tipologi masyarakat di dua negara. Diawali penjelasan tentang kelompok sosial di Muang Thai dengat latar sejarahnya, situasi terkini di saat penelitian dilakukan, perkembangan kehidupan politik dan kemungkinan masa depannya, serta kehidupan keagamaan yang menjadi identitas serta pengaruhnya terhadap prilaku dan gaya hidup mereka.

Konseptualisasi agama orang Jawa dipaparkan pada bab keempat, dengan menjelaskan tentang praktek keagamaan dan konsep identitas mereka sebagai abangan dan kejawen yang kental nuansa Hindu-Budha dengan sedikit sentuhan Islam. Kondisi sinkretis ini kemudian melahirkan ragam upacara ritual semisal slametan sebagai paduan unik dari berbagai pengaruh kepercayaan. Paduan inilah yang kemudian mewarnai nilai-nilai etika dalam tata pergaulan kehidupan orang Jawa

Konklusi dari semua pemaparan Mulder yang bersifat perbandingan terdapat di tiga bab terakhir. Menurut Mulder, baik orang Thailand maupun orang Jawa memiliki kecenderungan pesimis dalam memandang kehidupan. Mereka berprilaku tertutup dan pasif dengan mencari ketentraman hidup. Akibatnya, mereka bersikap acuh tak acuh sambil menghindari tanggung jawab sosial. Kalau tidak perlu, mereka takkan kerjasama dan takkan turut ambil bagian dalam pertumbuhan masyarakat secara luas. (h.138).

Buku kumpulan karangan ini sangat bagus untuk membuka cakrawala pemikiran tentang sosiologi. Bahwa data-data, kesimpulan, dan teori-teori yang dikemukakan itu sudah lama dan mungkin sudah banyak berkembang, itu pasti. Tetapi, buku ini sangat berharga untuk kita baca. (OS Koto/Res/65/09-2015)

Editor: Agus Najib Afwan

Dibaca : 1.674 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi