20 november 2015 07:07
Bahasa Melayu dan Kreativitas Sastra di Riau
Judul Buku
| : | Bahasa Melayu dan Kreativitas Sastra di Riau |
Editor
| : | UU. Hamidy |
| Penerbit | :
| Unri Press |
Cetakan
| :
| Kedua, 2003 |
Tebal
| :
| xv + 203 Halaman |
Ukuran
| : | 14,5 cm x 21 cm. |
Buku ini berisi publikasi bahasa Melayu dari sudut perkembangan sastra di Riau, bahasa yang digunakan oleh para penulis dan penyair Riau, baik sebagai tulisan maupun karya sastra dan yang lainnya. Karena itu, buku ini sekaligus juga mencatat perjalanan sastra para pengarang yang ada di Riau dengan menampilkan kembali karya-karya sastra mereka agar tetap terjaga dan bisa menginspirasi kaum muda dalam berkarya.
Bahasa Melayu, sekalipun sudah diadopsi secara resmi sebagai bahasa Indonesia, tetap saja memiliki kemandirian sebagai bahasa daerah yang memiliki aturan dan pedomannya sendiri. Bahasa ini tetap terjaga dengan baik di daerahnya meliputi kawasan Riau dan Kepualaun Riau. Sedangkan bahasa Indonesia terus berkembang menyempurnakan diri melalui persentuhan dengan berbagai bahasa daerah lain di Indonesia dan bahasa asing seperti bahasa Inggris untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pemahaman pergaulan global.
Perkembangan ini tentu memiliki problem tersendiri, apalagi kalau dipandang dari sudut bahasa awalnya, bahasa Melayu. Menurut UU. Hamidy, banyak kata dalam bahasa Indonesia yang sudah mengabaikan makna, tidak memiliki pedoman yang jelas sehingga berimbas pada rusaknya tatanan kata dalam berbahasa.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut UU. Hamidy berpendapat seyogyanya para pengarang dan penulis kembali merujuk kepada bahasa Melayu Riau agar pedoman pengucapan kembali benar dan sesuai dengan makna dari kata tersebut.
UU. Hamidy membagi pembahasan dalam buku ini menjadi beberapa bagian. Di antaranya mengenai potensi sastrawan dan proses kreatifitas sastra di Riau, bahasa Melayu dari nilai strategis dialeknya hingga wacana sebagai bahasa resmi di Asia Tenggara. Selain itu, buku ini juga memuat beberapa artikel dan ulasan sastra Hamidy terhadap beberapa karya sastra Riau seperti Tebusan Darah dan Percobaan Setia karya Soeman Hs, beberapa ulasan Hamidu terhadap puisi karya Idrus Tintin, Ediruslan PE Amanriza, dan Abdul Kadir Ibrahim yang populer dengan nama Akib.
Buku ini juga memuat puluhan nama pengarang maupun penulis Riau yang telah mengangkat nama Riau hingga dikenal sebagai salah satu daerah yang banyak melahirkan para penyair, pengarang, dan penulis terkenal sejak zaman kerajaan Riau-Lingga hingga saat ini, dari generasi 1850an hingga generasi 1980an. Mulai dari Raja Ali Haji, Raja Aisyah Sulaiman, Tuan Guru Abdul Rahman Siddik bin Muhammad Apip, Soeman HS, Yong Dolah, Sutardji Calzoum Bachri, Tenas Effendy, hingga Abdul Kadir Ibrahim, dan Taufik Ikram Jamil, serta banyak lagi yang lain. Selain itu, dalam buku ini juga dimuat beberapa karya puisi penyair-penyair Riau, baik penyair terdahulu maupun penyair muda.
Buku ini bisa menjadi bahan referensi perkembangan penulisan dalam bahasa Melayu bagi para peneliti, pengamat maupun akademisi dan mahasiswa yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai perkembangan sastra dan bahasa Melayu di Riau. (Oki Koto/Res/76/11-2015)
Editor: A. En. El Syindary Ape
Dibaca : 1.191 kali.