Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.575
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



21 desember 2015 07:07

Peninggalan Kerajan Daulat Yang Dipertuan Parik Batu

 

Judul Buku
:
Peninggalan Kerajan Daulat Yang Dipertuan Parik Batu
Editor
:
Aswil Rony, dkk.
Penerbit:
Dinas Senbudpar Sumbar
Cetakan
:
Pertama, 2003
Tebal
:
iv + 81 Halaman
Ukuran
:16 cm x  21 cm.

Parik Batu merupakan salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Sumatra Barat, tapatnya di Rantau Pasaman, pesisir barat Sumatra bagian tengah. Kerajaan yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Pagaruyung di pusat Alam Minangkabau ini pernah berjaya di abad ke-17 M.

Buku ini mencoba mengurai berbagai peninggalan budaya yang memiliki niali historis sebuah kerajaan di ranah Minang tersebut. Hal ini dilakukan oleh Museum Adityawarman sebagai upaya pencatatan dan inventarisasi benda berharga kerajaan agar tetap lestari dan dikenal oleh masyarakat.

Peninggalan Kerajaan Parik Batu yang menjadi obyek observasi ini berkisar pada lokasi kerajaan, pakaian kebesaran raja dan kelengkapannya, senjata, dan peralatan rumah tangga. Lokasi kerajaan Parik Batu ini tidak menunjukkan sesuatu yang istimewa kecuali aliran sungai yang mengapit istana yang menunjukkan ciri khas sebagaimana kerajaan-kerajaan Melayu lain yang berada di hilir sungai dan dekat pesisir pantai.

Busana kebesaran raja Parik Batu yang diungkap dalam buku ini berupa baju hitam bersulam emas, berbelah depan berkancing sembilan dilengkapi dengan dua saku bawah berkancing tiga buah. Pakaian kebesaran selalu bersemat makna untuk menunjang kesan dan aura kharisma seorang raja. Begitu juga dengan baju kebesaran ini yang digambarkan sebagai kearifan, kesabaran, dan budi luhur pemakainya,

Yang unik, dari beberapa peninggalan kerajaan ini adalah koleksi senjata. Selain meriam, beberapa senjata yang dimiliki oleh kerajaan ini lebih bersifat defensif, alat pertahanan diri yang berbentuk cambuk dan tongkat yang sekaligus berfungsi sebagai kelengkapan kewibawaan. Begitu juga pada senjata yang disebut Senjata Puti yang berupa benda sederhana terbuat dari logam kuningan berbentuk bulat lonjong berujung seuntai jarum.

Setiap benda bawaan raja akan menunjukkan kepribadian dan karakter seorang penguasa. Senjata pribadi raja itu bisa munjukkan sifat raja yang sebenarnya. Cambuk bisa berarti alat pertahanan diri, tetapi di sisi lain sangat bisa jadi sebagai alat ringan yang mewakili sifat raja yang ‘ringan tangan’ dalam ‘mencambuk’ rakyatnya. Sudah barang tentu, kajian sejarah yang lebih dalam yang akan membuktikannya. Lebih dari itu, kita tidak bisa membayangkan sebuah kerajaan ‘hanya’ memiliki senjata-senjata yang sangat terbatas seperti itu. Tetapi setidaknya, itulah yang baru terungkap oleh tim musem ini.

Buku ini, sebagaimana diungkap oleh penulisnya, memang bukan hasil kajian sejarah. Sekalipun demikian, buku ini sangat bermanfaat sebagai pemicu kajian yang lebih luas tentang Kerajaan Parik Batu dalam perspektif sejarah, sosial, dan budaya. Apalagi, sebagai pendahuluan, struktur dan sisten pemerintahan kerajaan telah diungkap. Sistem sosial, adat budaya, serta sistem kekerabatan secara matrilineal yang dipegang oleh masyarakat dan rajanya juga telah dijelaskan. Kajian ini perlu tindak lanjut. (Oki Koto/Res/80/11-2015)

Dibaca : 1.256 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi