Selasa, 28 April 2026   |   Arbia', 11 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 592
Kemarin : 25.766
Minggu kemarin : 7.342.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



15 juni 2016 07:07

Senjata-senjata di Zaman Kesultanan Melayu Johor



Judul Buku
:
Senjata-senjata di Zaman Kesultanan Melayu Johor
Editor
:
Hanizah Jonoh
Penerbit:
Yayasan Warisan Johor
Cetakan
:
Pertama, 1997
Tebal
:
v + 130 Halaman
Ukuran
:16 cm x 23 cm.

Buku ini menjelaskan mengenai senjata-senjata di zaman kesultanan Melayu Johor. Sejarah kerajaan Johor dikemukakan pada bagian pertama dengan maksud supaya sejarah kesultanan Johor diketahui sebagai gambaran kenapa senjata di kesultanan Johor memiliki berbagai jenis dan bentuk. Sejarah kesultanan Johor tersebut dijelaskan secara singkat dan rinci mulai dari awal terbentuknya kesultanan Johor, Johor-Riau-Lingga, pembagian Johor dan Riau lingga, berganti nama menjadi Johor Baharu, hingga penerus kesultanan Johor Baharu.

Pada bagian selanjutnya, buku ini menjelaskan mengenai definisi senjata secara umum termasuk tipologi senjata di negeri Johor. Beragamnya jenis senjata di kesultanan Melayu Johor antara lain dikarenakan interaksi yang telah berlangsung sejak lama dengan berbagai suku bangsa. Sebagai salah satu negeri yang maju dan makmur, tak heran berbagai suku bangsa mulai berdatangan dan tinggal di Johor untuk memulai kehidupan baru dengan berdagang, bercocok tanan hingga menyebarkan agama. Suku-suku bangsa tersebut di antaranya adalah Minangkabau, Bugis, Jawa, Bawean, Aceh, Pasai, Arab, India, Eropa dan lain sebagainya.

Senjata keris merupakan jenis senjata yang paling populer. Senjata ini telah digunakan di kawasan kepulauan Melayu sejak lebih dari 600 tahun yang lalu. Tetapi ada juga sumber lain yang menyebutkan bahwa keris mulai diciptakan pada abad ke 14-15 Masehi dan merupakan senjata kerajaan Majapahit. Jenis senjata ini memiliki bentuk beragam, misalnya keris dari Pulau Sumatra yang berbentuk panjang, keris Sundang berasal dari Sulawesi yang diperkenalkan di Semenanjung Melayu pada abad ke 17 Masehi. Keris ini tidak digunakan untuk menikam akan tetapi digunakan untuk menetak dan melibas.

Selain keris, buku ini menyebut banyak jenis senjata dan asal usulnya, di antaranya Badik, salah satu senjata tradisional Melayu yang berasal dari negeri-negeri di Sulawesi, Sumatra, dan Jawa. Tumbuk Lada yang berasal dari pulau Sumatra. Senjata ini dianggap istimewa karena hanya dipakai oleh para pembesar negeri sebagai alat pertahanan diri. Pedang, berasal dari pulau Sumatera dan Jawa, dan ada pula pedang bergaya India dan Persia di wilayah kesultanan Johor. Selanjutnya, dijelaskan pula secara berturut-turut senjata-senjata Kelewang, Lembing, Meriam, Senapan, Busur dan Anak Panah, serta senjata Tekpi, dan Perisai.

Selain senjata murni, buku ini juga mengurai mengenai seni dalam persenjataan Melayu Johor yang mencakup aspek-aspek ukiran dan motif yang terdapat pada senjata-senjata tradisional tersebut. Buku ini juga menjelaskan senjata dalam perspektif kebudayaan dan sejarah serta penggunaannya hingga di kalangan masyarakat biasa. (Oki Koto/Res/99/4-2016)

Dibaca : 1.132 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi