04 juli 2016 07:07
Alam dalam Persepsi Masyarakat Minangkabau
Judul Buku
| : | Alam dalam Persepsi Masyarakat Minangkabau |
Editor
| : | Lindawati |
| Penerbit | :
| Andalas University Press |
Cetakan
| :
| Pertama, 2006 |
Tebal
| :
| ix + 128 Halaman |
Ukuran
| : | 14,5 cm x 21 cm. |
Buku ini berisi kumpulan artikel yang ditulis oleh seorang penulis Minangkabau yang mengangkat topik mengenai bahasa dan kebudayaan Minangkabau. Buku ini menyingkap sudut pandang masyarakat Minangkabau, mengklasifikasikan tempat mereka hidup dan berkehidupan. Intinya, mengulas mengenai hubungan bahasa, alam dan masyarakat Minangkabau.
Bagi masyarakat Minangkabau, pemilihan bahasa atau kata sangat memengaruhi persepsi dalam kehidupannya, karena persepsi seseorang terhadap sebuah kata dapat juga dipengaruhi oleh pengaruh dari luar bahasa, misalnya budaya dan agama. Sebagai contoh, kata anjing, akan berkonotasi negatif apabila dipersepsikan di alam Minangkabau. Sementara kata yang sama di berbagai tempat lain dianggap kata yang biasa, bernilai netral. Munculnya persepsi negatif tersebut dikarenakan mayoritas masyarakat Minangkabau berpegang teguh pada ajaran Islam sebagaimana falsafah hidupnya yakni “hukum basandi syara’ syara basandi kitabullah” (hukum bersendi adat, adat bersendi kitabullah). Anjing, dalam perspektif hukum Islam dipandang sebagai binatang yang najis.
Ada beberapa pembahasan yang diulas dalam buku ini, di antaranya mengenai bahasa sebagai sistem yang arbitrer, penunjuk waktu dalam bahasa Minangkabau, persepsi orang Minangkabu terhadap waktu, penunjuk tempat dalam bahasa Minangkabau, sinonim kata sifat dalam bahasa Minangkabau, kosa kata penunjuk warna, aneka konsep bentuk, ukuran dan takaran dalam bahasa Minangkabau, dan lain sebagainya.
Seluruh pembahasan tersebut diungkap sebagai salah satu cara memberikan pemahaman dan pembelajaran tentang berbagai aspek yang terdapat di dalam bahasa Minangkabau agar kata-kata maupun bahasa Miangkabau dapat dimengerti berdasarkan makna serta proses pembentukannya hingga menjadi sebuah bahasa sebagaimana kita ketahui saat ini.
Penulis buku ini berharap dapat memberikan pemahaman serta penjelasan bagi siapa saja baik peneliti, akademisi maupun mahasiswa yang ingin lebih jauh mengenal dan mengerti mengenai Minangkabau dari perspektif persepsi yang terdapat di dalam bahasa maupun kebudayaannya. Selain itu buku ini tentunya juga dapat dijadikan referensi atau dokumentasi mengenai alam dalam persepsi masyarakat, khususnya masyarakat Minangkabau. (Oki Koto/Res/103/5-2016)
Dibaca : 1.121 kali.