Selasa, 28 April 2026   |   Arbia', 11 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 512
Kemarin : 25.766
Minggu kemarin : 7.342.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



15 juli 2016 07:07

Negeri Panggung: Rampai Cerita Wayang Bangsawan



Judul Buku
:
Negeri Panggung: Rampai Cerita Wayang Bangsawan
Editor
:
Sutamat Arybowo
Penerbit:
Asosiasi Tradisi Lisan (ATL)
Cetakan
:
Pertama, 2008
Tebal
:
xii + 168 Halaman
Ukuran
:13 cm x 19,5 cm.

Kesenian Bangsawan adalah salah satu jenis kesenian rakyat yang tumbuh dan berkembang di Kepulauan Riau, kesenian ini berupa pertunjukan teater serta mengedepankan unsur-unsur tradisi lisan dalam pementasannya seperti syair, puisi, dan pantun. Di dalam buku ini terdapat beberapa judul lakon atau rampaian cerita yang pernah dipentaskan oleh beberapa kelompok atau grup bangsawan. Cerita yang dituliskan dikumpulkan dari kurun waktu tahun 1990an hinga tahun 2000an yang dipentaskan di pulau-pulau kecil.

Kehadiran bangsawan di Kepulauan Riau memberikan warna tersendiri bagi kesenian dan budaya setempat. Cerita rakyat, legenda, babad, hikayat adalah beberapa jenis cerita yang kerap dibawakan melalui teater bangsawan. Selain itu, bangsawan ada juga menampilkan cerita yang diambil dari peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya atau kisah nyata.

Untuk memudahkan pembaca mengerti keseluruhan kata maupun cerita yang terdapat di dalam buku ini, kosa kata yang dikira perlu dijelaskan juga turut dilampirkan di dalam buku ini mengingat percakapan atau bahasa yang digunakan dalam kesenian bangsawan adalah bahasa Melayu.

Sementara itu, buku ini juga berisi beberapa cerita panggung bangsawan yang kerap ditampilkan antara lain “Permata yang Hilang di Pulau Lengkawi”, “Sultan Mahmud Mangkat Dijulang”, “Panglima Ayam Berkokok,. “Sultan Cempe Mati Dibunuh”, Tengku Sulung Mati Digantung”, “Datuk Panglima Nayan”, dan sebagainya.

Bagian legenda, bangsawan kerap menampilkannya dengan judul-judul sebagai berikut: “Pendekar dari Tanah Bentan”, “Silintang Bajak Laut”, “Si Pincang dari Tanah Bentan”, dan sebagainya.

Buku ini berisi 35 cerita bangsawan yang dijelaskan sesuai babak agar lebih mudah dimengerti dan difahami. Dengan diterbitkannya buku ini, maka diharapkan generasi penerus dapat melestarikan kesenian tradisional dan tetap terus menjaga dan mengembangkannya. (Oki Koto/Res/105/6-2016)

Dibaca : 986 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi