Pantun ini berisi tentang kehendak hati dari sang teruna yang bermaksud menyerahkan ”tanda jadi” atau mas kawin (mahar) sebagai syarat dalam pelaksanaan akad nikah. Pantun ini dilantunkan sembari memberikan mahar yang dijanjikan dan disepakati dalam upacara adat naik belanja (prosesi meminang) sebelumnya. Pemimpin sidang (ketua adat Melayu) akan memeriksa mas kawin dan hadiah-hadiah dari pihak lelaki kepada pihak perempuan.
Saat menyerahkan mahar dan hadiah-hadiah tersebut, pihak teruna akan melantunkan pantun berikut: