Jumat, 23 Juni 2017   |   Sabtu, 28 Ramadhan 1438 H
Pengunjung Online : 283
Hari ini : 50
Kemarin : 24.957
Minggu kemarin : 557.755
Bulan kemarin : 7.570.538
Anda pengunjung ke 102.673.898
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Leluhur

Dalam masyarakat tradisional, penanaman nilai-nilai biasanya dilakukan melalui ceritera, legenda, dan mitos mengenai leluhurnya. Masyarakat Toraja di Sulawesi Selatan, misalnya, meyakini bahwa mereka adalah keturunan dari nirwana. Dalam legendanya, mereka percaya bahwa leluhur atau nenek moyang masyarakat Toraja yang pertama turun dari nirwana menggunakan “tangga dari langit” menuju bumi. Tangga ini diyakini sebagai media komunikasi masyarakat Toraja dengan Tuhannya yang dikenal dengan nama Puang Matua. Lain lagi dengan masyarakat Nias. Masyarakat ini menyakini bahwa leluhur mereka berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut “Sigaru Tora‘a” yang terletak di sebuah tempat bernama “Tetehöli Ana‘a”.

Dari contoh-contoh di atas dapat dimengerti, bahwa leluhur atau nenek moyang merupakan konsep kunci dan penting dalam sebuah masyarakat, baik itu dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Walaupun masyarakat modern cenderung tidak lagi mempercayai cerita-cerita magis mengenai leluhur, namun mereka masih menganggapnya penting. Hal ini misalnya dapat dilihat pada calon pemimpin yang hendak menyalonkan dirinya dalam sebuah kostestasi politik. Calon pemimpin tersebut biasanya mencoba mencari legitimasi politik berdasarkan trah atau nasab luluhur yang dianggap istimewa.

Dalam masyarakat tradisional, keyakinan khusus mengenai leluhur biasanya mewujud dalam ritual-ritual khas sebagai wujud penghargaan terhadap leluhur mereka. Bahkan sistem sosial mereka, seperti sistem pernikahan, sistem waris, hak tanah, dan lain-lain, banyak diatur berdasarkan atas pandangan khusus mengenai leluhur tersebut. Tak terkecuali dalam masyarakat Melayu. Masyarakat ini dengan berbagai ritual, adat-istiadat, dan agamanya mempunyai keragaman pandangan mengenai leluhur atau nenek moyang. Tujuan sub-menu Tentang Leluhur adalah berusaha menguraikan dan membahas keanekaragaman pandangan leluhur dalam masyarakat Melayu secara detil dan jelas. 

  1. Ono Mbela, Nadaoya, dan Lani Ewöna: Leluhur Orang Nias (Sumatra Utara).
  2. Leluhur Suku Wana, di Kendari (Sulawesi Tengah).
  3. Leluhur Orang Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah.
  4. Leluhur Orang Rimba, Provinsi Jambi.
  5. Tomanurung: Leluhur dalam Pengetahuan Masyarakat Karampuang, Sulawesi Selatan .
Dibaca : 15.152 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password