Kamis, 14 Mei 2026   |   Jum'ah, 27 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.652
Hari ini : 23.287
Kemarin : 35.104
Minggu kemarin : 209.627
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sastra Melayu

Peribahasa Berirama

Peribahasa atau peribahasa berirama mempunyai dua jenis, yaitu jenis prosa dan puisi. Pada awalnya, peribahasa termasuk kategori hasil sastra lisan, fungsi dan penyebarannya juga secara lisan yang digunakan oleh masyarakat pada masa itu untuk menyampaikan suatu pesan. Bentuk prosa dapat berupa bidal (pepatah yang mengandung nasehat, peringatan, sindiran), pepatah, kiasan, perumpamaan, tamsil, atau ibarat. Sedangkan dalam bentuk puisi berupa peribahasa berirama yang terdiri dari ungkapan-ungkapan yang tidak terikat yang mengiaskan sesuatu; sekurang-kurangnya terdiri dari 2 larik dan setiap larik terdiri dari 4, 6 atau lebih kata-kata. Hampir sama dalam prosa, yang termasuk di dalam peribahasa berirama adalah bidalan atau pepatah, perbilangan, perumpamaan, kiasan, tamsil, dan ibarat yang mengandung nilai-nilai puisi yaitu ada permainan rima. 

Dibaca : 29.935 kali.