Peribahasa Berirama
Peribahasa atau peribahasa berirama mempunyai dua jenis, yaitu jenis prosa dan puisi. Pada awalnya, peribahasa termasuk kategori hasil sastra lisan, fungsi dan penyebarannya juga secara lisan yang digunakan oleh masyarakat pada masa itu untuk menyampaikan suatu pesan. Bentuk prosa dapat berupa bidal (pepatah yang mengandung nasehat, peringatan, sindiran), pepatah, kiasan, perumpamaan, tamsil, atau ibarat. Sedangkan dalam bentuk puisi berupa peribahasa berirama yang terdiri dari ungkapan-ungkapan yang tidak terikat yang mengiaskan sesuatu; sekurang-kurangnya terdiri dari 2 larik dan setiap larik terdiri dari 4, 6 atau lebih kata-kata. Hampir sama dalam prosa, yang termasuk di dalam peribahasa berirama adalah bidalan atau pepatah, perbilangan, perumpamaan, kiasan, tamsil, dan ibarat yang mengandung nilai-nilai puisi yaitu ada permainan rima.
Dibaca : 29.935 kali.