Rabu, 15 April 2026   |   Khamis, 27 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.554
Kemarin : 25.162
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sastra Melayu

Unsur Hindu dan Islam

Jenis hikayat yang berunsur Hindu dan Islam dapat dikenali dari isinya, yaitu adanya penggunaan istilah-istilah Hindu dan Islam dalam hikayat tersebut. Ciri yang lain adalah bahwa lahirnya hikayat ini pada jaman yang oleh para peneliti sering disebut sebagai jaman peralihan Hindu ke Islam, yaitu sekitar abad ke-14 hingga abad ke-16 M.

Perpaduan unsur Hindu dan Islam tersebut karena unsur-unsur Hindu telah populer di kalangan masyarakat Melayu. Di satu sisi, masyarakat Melayu tidak ingin meninggalkan unsur Hindu dalam hikayat ini, namun di sisi lain mereka memasukkan unsur-unsur baru dari Islam. Masuknya pengaruh Islam bermula dari adanya tulisan yang bercorak tulisan Arab yang kemudian oleh masyarakat Melayu disebut tulisan Jawi. Dari sinilah para ahli mengkategorikan sebagai hikayat yang mengandung kedua unsur, yaitu Hindu dan Islam.

Unsur-unsur Hindu dalam penceritaan hikayat pada masa ini masih kental, seperti adanya pengembaraan, percintaan, penyelamatan kekasih, dewa-dewi, kesaktian, dan lain-lain. Model penceritaannya sebagaimana lazimnya dalam hikayat Hindu, yaitu dimulai dari pengembaraan yang menggambarkan asal-usul tokoh utama dengan segala perwatakannya, latar belakang keluarga, dan tentang sebab-sebab terjadinya pengembaraan. Kemudian dikisahkan pengembaraan tokoh utama yang mengalami kendala-kendala, misalnya gangguan, rintangan, kesusahan, dan lain-lain yang kemudian terjadi perkelahian untuk menunjukkan kesaktian atau ketangguhan baik dengan senjata ataupun tanpa senjata dalam memperebutkan kekasih atau hak-hak tokoh utama. Selanjutnya, di akhir cerita berisi tentang kejayaan tokoh utama yang hidup bersama keluarganya dan juga kisah kalahnya tokoh antagonis yang berwatak jahat dengan kehidupan yang sengsara. Penceritaan ini diakhiri dengan happy ending.

Sementara unsur-unsur Islam yang masuk dalam hikayat jenis ini masih terbatas pada penggantian nama-nama tokoh dan perwatakannya, serta pemakaian istilah-istilah yang lazim dalam Islam. Secara garis besar, unsur-unsur dari keduanya dapat dilihat di bawah ini.

(FX. Indrojiono/Sas/5/10-08)

Daftar Pustaka

  1. Hikayat Inderaputera.
  2. Hikayat Gul Bakawali.
Dibaca : 34.457 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password