Sabtu, 24 Juni 2017   |   Ahad, 29 Ramadhan 1438 H
Pengunjung Online : 2.643
Hari ini : 14.158
Kemarin : 39.176
Minggu kemarin : 557.755
Bulan kemarin : 7.570.538
Anda pengunjung ke 102.683.784
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sastra Melayu

Hikayat Bersumber Islam dan Cerita Lokal

Hikayat-hikayat yang berunsur Islam mendapat pengaruh dari Arab, Persia, India, Turki, Urdu, dan lain-lain. Kebanyakan hikayat-hikayat ini pada awalnya berisi dakwah kepada masyarakat atau ajakan kepada umat Islam supaya memperkuat keimanannya. Sebagai contoh karya yang berupa hikayat ini adalah Syahnameh yang dikarang oleh Firdausi pada tahun 1020. Selanjutnya pada abad ke dua belas beredar Laila dan Majnun yang diadaptasi oleh pengarang Persia yaitu Nizami dari judul dalam sastra Arab Qays wa Layla atau Majnun Layla. Ada juga Hikayat Seribu Satu Malam yang diterjemahkan dari Alf Laylah wa Laylah.

Pada saat itu, kata-kata dalam bahasa Arab dan bahasa lainnya banyak digunakan dalam sastra Melayu dengan tulisan Jawi-nya. Dalam hal ini bahasa Melayu mempunyai peran dalam penyebaran agama Islam dan pengembangan kesusastraan di Nusantara. Latar penceritaan dan tema yang ditampilkan banyak berkaitan dengan ajaran Islam, peristiwa-peristiwa pada jaman Nabi Muhammad SAW, serta tokoh-tokoh Islam lainnya. Sebagai contoh adalah Hikayat Darmata’siah, Hikayat Qamar al-Zaman, Hikayat Nakhoda Muda atau Hikayat Siti Sara, Hikayat Saleh Salehah, Hikayat Nodar Syah, Hikayat Hassan Damsyik, Hikayat Nurhatiyah Puteri Masri.

Hikayat-hikayat tersebut mengandung tema didaktik atau pengajaran dan keteladanan yang menekankan ajaran moral di samping terdapat pula tema hiburan. Beberapa hikayat mengandung nilai pendidikan khusus kepada kaum wanita, seperti Hikayat Damata’siah, Hikayat Puteri Salamah, Hikayat Fatimah, dan Hikayat Nurbatiyah Puteri Masri atau Hikayat Puteri yang Budiman. Hikayat-hikayat ini bertujuan menanamkan ajaran Islam sehingga membentuk pribadi yang mulia bagi kaum wanita. Tokoh-tokoh wanita dalam hikayat ini digambarkan mengalami banyak ujian yang sangat berat selama hidupnya, namun mereka dapat mengatasinya dengan kecerdasannya sebagai seorang wanita.

Ciri dari karya-karya pada masa ini sudah tidak ada unsur Hindu sama sekali. Semua kejadian selalu dihubungkan dengan kehendak Allah atau makhluk-makhluk ciptaan Allah. Watak-watak yang disampaikan adalah watak kebanyakan manusia sebagai ciptaan Allah dan semua mempunyai hak yang sama di hadapan Allah, baik itu golongan istana maupun rakyat jelata. Contoh dan teladan, dosa dan pahala yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat akan mendapatkan balasan yang setimpal. Beberapa pengarang menuliskan bahwa dengan membaca hikayat-hikayat yang berunsur Islam maka para pembaca akan terlepas dari siksa dalam kubur dan terbebas dari dosa.

Hikayat Melayu yang mengandung unsur Islam antara lain:

  1. Hikayat Seribu Satu Malam.
  2. Hikayat Nurhatiyah Puteri Masri.
Dibaca : 60.847 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password