Selasa, 28 Maret 2017   |   Arbia', 29 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 8.906
Hari ini : 76.223
Kemarin : 108.208
Minggu kemarin : 301.775
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 102.014.080
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Sastra Melayu

Koba / Nyanyi Panjang

Nyanyi panjang merupakan jenis sastra lisan bercorak naratif (cerita) yang dipertunjukkan oleh tukang nyanyi panjang dengan cara dinyanyikan atau dilagukan. Dari namanya, nyanyi panjang, terdapat dua kata: nyanyi dan panjang. Nyanyi merujuk pada cara sastra lisan itu dipertunjukkan, dan panjang merujuk pada waktu yang diperlukan dalam penyampaiannya. Dalam pertunjukan nyanyi panjang, ada empat unsur yang saling berkaitan dan mempengaruhi yaitu: tukang cerita, cerita, suasana pertunjukan dan penonton. Nyanyi panjang ini murni hasil kreatifitas masyarakat dan menjadi milik bersama, kemudian diwariskan secara turun temurun dengan cara berguru pada tukang cerita. Tidak ada buku rujukan yang mereka jadikan pegangan, karena itu, nyanyi panjang termasuk kategori kelisanan primer (primary oral). Di antara ciri nyanyi panjang adalah: gaya bahasa bercorak prosa lirik atau prosa berirama; banyak pengulangan; struktur cerita seperti hikayat Melayu lainnya yaitu: pengenalan, pengembaraan dan penyelesaian; dan diawali dengan pantun bebalam. Disebut bebalam, karena nyanyian pantunnya mirip dengan suara burung balam. Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat lebih kurang 97 nyanyi panjang.

Sebenarnya, ada dua jenis nyanyi panjang yaitu: nyanyi panjang tombo dan nyanyi panjang biasa. Tombo adalah jenis nyanyi panjang yang berisi tentang sejarah, hukum dan aturan adat. Oleh sebab itu, tombo ini dianggap sakral dan merupakan salah satu sumber hukum di masyarakat. Tukang cerita Tombo disebut pebilang tombo, statusnya sangat dihormati dalam kehidupan sehari-hari. Tombo ini dalam bentuk prosa berirama dan dinyanyikan dalam bentuk yang baku (tetap), tidak boleh diubah. Dalam tombo tersebut, terdapat banyak formula puitis kuno, petuah dan amanat moral. Isi nyanyi panjang tombo bersifat partikular, hanya berkaitan dengan pesukuan tertentu, sedangkan nyanyi panjang biasa bersifat umum, milik semua warga masyarakat dari semua pesukuan.
Dibaca : 43.194 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password