Minggu, 19 April 2026 |Isnain, 2 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.225
Hari ini
:
22.651
Kemarin
:
25.133
Minggu kemarin
:
249.242
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
18 agustus 2007 03:04
Seminar Internasional Tentang Arsip Indonesia Digelar September
Jakarta- Djoko Utomo, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), di Jakarta, Jumat, mengatakan seminar internasional tentang arsip Indonesia yang mengambil tajuk "Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa" akan digelar pada 3-4 September di Bali.
"Kami ingin memetakan di mana-mana saja arsip tentang Indonesia masih disimpan oleh negara-negara lain," kata Djoko menjelaskan tujuan yang ingin dicapai dalam seminar tersebut. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa bila sudah berhasil dipetakan, ANRI akan meminta salinan naskah atau arsip tentang Indonesia itu agar bisa dikoleksi pula di ANRI.
Menurut Djoko, hingga saat ini arsip tulisan atau naskah tentang Indonesia banyak tersebar di beberapa negara seperti Australia, Belanda, India, Suriname, dan Portugal. "Dan perwakilan dari negara-negara itu sudah menyampaikan konfirmasinya akan turut ambil bagian dalam seminar internasional nanti," katanya.
Ia menjelaskan, arsip Indonesia atau naskah serta informasi yang direkam dan dikomunikasikan terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah arsip yang dibuat atau diciptakan di Indonesia. "Itu semua harus dikembalikan ke Pemerintah Indonesia, sesuai dengan Konvensi Wina 1983 tentang Suksesi Negara yang mewajibkan pengalihan wilayah, arsip dan hutang negara dari penguasa yang lama ke penguasa yang baru."
Dengan kata lain, ketika Hindia Belanda meninggalkan Indonesia, semua properti wilayah, arsip, dan hutang wajib diserahkan kepada Pemerintah Indonesia walaupun Indonesia lahir sebagai negara revolusi. "Sementara definisi kedua adalah arsip tentang Indonesia, yang dibuat di luar Indonesia, merupakan hak negara lokasi pembuatan naskah. Tapi kami ingin mendapat salinannya bisa diserahkan ke ANRI sebagai bagian dari koleksi sejarah bangsa," kata Djoko.
Di ANRI sendiri, koleksi arsip berupa buku dan bundelan kertas sudah mencapai 10 km panjangnya, bila digabungkan dengan koleksi film dan audio visual lainnya total koleksi bisa memanjang hingga 30 km kata Djoko.
Bisa dibilang hampir semua arsip yang sempat disimpan di negeri Belanda, lanjut Djoko, kini sudah disimpan dengan baik di kantor ANRI. Catatan harian VOC misalnya, yang asli disimpan oleh ANRI sementara koleksi di negeri Belanda hanya berupa salinan meski terlihat sangat mirip dengan asli.
Demikian pula berbagai lembar perjanjian penting di Indonesia antara para raja atau pemimpin daerah dengan kolonial Belanda, sudah dikoleksi oleh ANRI. Sementara itu, dalam upayanya memberikan masyarakat informasi tentang perkembangan sejarah bangsa, ANRI berencana membuat ruang pamer khusus, lengkap dengan diorama di gedung pusat.
"Kami berencana pada tahun 2008 sudah bisa menyediakan ruang pamer dan diorama untuk para pengunjung umum. Rencananya ruang pamer itu akan berada di lantai 2 dan bertema ‘Perkembangan Sejarah Bangsa‘, menampilkan sejarah bangsa kita dari masa ke masa," kata Djoko.
Sumber : www.republika.co.id Kredit foto : www.bakosurtanal.go.id